Daya Motor

271 Balita Berisiko Stunting di Pegambiran Terima Bantuan Pangan dari MSP

271 Balita Berisiko Stunting di Pegambiran Terima Bantuan Pangan dari MSP

Sebanyak 271 balita kategori Balita T (anak yang berat badannya tidak naik dalam pemantauan kesehatan) menerima paket bantuan pangan dari program MSP Peduli Anak di Aula Kantor Kelurahan Pegambiran, Sabtu (14/3/2026).-Ade Gustiana-Radar Cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Sebanyak 271 balita kategori Balita T (anak yang berat badannya tidak naik dalam pemantauan kesehatan) menerima paket bantuan pangan dari program MSP Peduli Anak di Aula Kantor Kelurahan Pegambiran, Sabtu (14/3/2026). 

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk Kota Cirebon.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 itu diikuti ratusan orang tua yang datang sejak pagi membawa balita mereka. Suasana berlangsung tertib, dengan penerima bantuan hadir bergiliran sesuai data yang telah disiapkan panitia sebelumnya.

Setiap keluarga menerima satu paket berisi telur ayam, kacang hijau, minyak goreng, dan gula pasir. Bahan-bahan tersebut dipilih secara khusus karena kandungan protein dan energinya yang dinilai efektif mendukung tumbuh kembang anak usia di bawah lima tahun.

BACA JUGA:Kebakaran Rumah Terjadi di Kawasan Padat Pemukiman Kelurahan Kesenden

Telur dan kacang hijau, misalnya, dikenal sebagai sumber protein hewani dan nabati yang terjangkau namun berkualitas tinggi -dua komponen penting dalam pencegahan stunting.

Penanggung jawab MSP Cirebon, Pdt. Tomas Agus Handoko, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan difokuskan pada balita yang teridentifikasi berisiko stunting di wilayah Kelurahan Pegambiran, lokasi di mana gereja yang menaungi program berkedudukan ini.

“MSP kali ini ditujukan untuk anak-anak dengan risiko stunting di Kelurahan Pegambiran, tempat gereja kami berada,” ujarnya.

Menurut Pdt. Tomas, intervensi gizi sejak dini merupakan kunci dalam membangun generasi yang sehat dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa bantuan ini bukan sekedar pemberian bahan pangan, melainkan bagian dari kepedulian terhadap kesejahteraan anak.

BACA JUGA:Dibalik Safari Ramadan KDM di Kuningan, Puluhan Jamaah Jadi Korban Pencopetan

“Kami ingin mendukung program pemerintah dalam menyehatkan anak-anak, agar mereka dapat bertumbuh dengan baik, menjadi pintar, dan menjadi pemimpin bagi generasi ke depan,” katanya.

Stunting sendiri bukan hanya soal tinggi badan yang tidak sesuai usia, melainkan juga berdampak pada perkembangan kognitif dan kualitas hidup anak di masa depan. Balita T -yang menjadi sasaran program ini- berada pada tahap kritis yang memerlukan perhatian segera sebelum kondisinya berkembang menjadi stunting permanen.

MSP Cirebon menyatakan akan terus terlibat aktif dalam program-program serupa sebagai wujud kepedulian masyarakat sosial terhadap isu kesehatan anak. Pendeta Tomas menambahkan, pihaknya menyambut baik setiap kesempatan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan.

“MSP sangat menyampaikan dan senang sekali bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tutupnya. (ade)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait