Cukup 30 Menit: Kunci Tetap Prima Saat Berpuasa
Cukup 30 Menit: Kunci Tetap Prima Saat Berpuasa-pinhome-Radar Cirebon
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan sering kali membuat banyak orang ragu untuk tetap aktif bergerak dan melakukan olahraga.
Padahal, dengan pemahaman dan pengaturan yang tepat, aktivitas fisik tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas harian tanpa mengganggu ibadah puasa.
Menyadari pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh selama Ramadhan, Pinhome bersama Halofit yang disampaikan oleh dr. Annisa Kartikasari dan Lely Natalia, M.Pd., Coach Pilates bergelar BASI Master Certified, berdiskusi melalui sesi talk show online bertajuk “Push or Pause: Olahraga Saat Puasa Tanpa Bikin Badan Drop”.
Sesi ini membahas strategi aman berolahraga saat puasa, pengaturan intensitas latihan, pemilihan waktu terbaik untuk berolahraga, hingga kiat menjaga energi agar tetap stabil sepanjang hari.
BACA JUGA:Jangan Sampai Ketinggalan! Promo Baju Lebaran di Matahari Diskon 60 Persen
Dalam sesi tersebut, kedua narasumber menegaskan bahwa olahraga saat puasa tetap aman dilakukan selama disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara bijak justru membantu menjaga kebugaran, memperlancar metabolisme, meningkatkan sirkulasi darah, serta memperbaiki mood selama bulan Ramadhan.
Waktu Terbaik Berolahraga Saat Puasa
Waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah sekitar 30 menit sebelum berbuka. “Pada periode ini, tubuh telah menggunakan energi cadangan sehingga latihan akan memanfaatkan glukosa dan lemak yang tersimpan.
Cara ini cukup efektif, terutama bagi yang ingin menurunkan berat badan, dan energi yang terpakai bisa langsung menggantikan saat berbuka,” jelas dr. Anisa.
BACA JUGA:Dibalik Safari Ramadan KDM di Kuningan, Puluhan Jamaah Jadi Korban Pencopetan
Jika kondisi fisik memungkinkan, olahraga dapat dilakukan hingga satu jam sebelum berbuka, namun 30 menit sudah cukup bagi kebanyakan orang.
Perhatikan Intensitas Olahraga saat Berpuasa
Dari sisi teknis latihan, Coach Lely menekankan pentingnya menurunkan intensitas selama puasa, khususnya jika olahraga dilakukan sebelum berbuka.
“Selama Ramadhan, kita perlu mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Jika biasanya latihan beban dengan intensitas tertentu, kurangi sekitar 30–40 persen agar tubuh tidak terlalu kelelahan,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga low impact seperti pilates atau yoga lebih direkomendasikan saat berpuasa. Sementara latihan dengan intensitas lebih tinggi dapat dilakukan setelah berbuka, ketika tubuh sudah mendapatkan asupan energi. Ia juga mengingatkan pentingnya pemanasan dan pendinginan untuk membantu pemulihan otot dan mencegah cedera.
BACA JUGA:Senengnya Dapat Ikan Jumbo di Tradisi Gobyag Lauk Kabupaten Kuningan
Kunci
Stamina Ramadhan: Pola Makan Tepat, Perhatikan Sinyal Tubuh, dan Pemulihan
Selain pengaturan latihan, kedua narasumber sepakat bahwa sahur memegang peran krusial dalam menjaga stamina.
“Jangan pernah melewatkan sahur. Energi kita dari pagi hingga sore bergantung pada asupan karbohidrat, protein, dan lemak sehat saat sahur,” tegas dr. Anisa. Ia juga menyarankan untuk memberikan cairan yang cukup, baik saat sahur maupun setelah berbuka, guna mencegah dehidrasi.
Lely menambahkan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh saat berolahraga, terutama saat berpuasa. Jika muncul gejala seperti pusing, keringat dingin, jantung berdebar tidak normal, atau sesak napas, olahraga harus segera dihentikan. “Jika tubuh memberi sinyal lelah secara berlebihan, berhentilah dan lakukan relaksasi, contohnya teknik pernapasan untuk menenangkan sistem saraf,” jelasnya.
Setelah olahraga, pemulihan tubuh juga perlu diperhatikan. Lely menjelaskan, “Pemulihan bisa dilakukan dengan mandi air hangat untuk relaksasi otot dan peregangan ringan agar otot tidak kaku.” Anisa menambahkan, "Massage juga sangat membantu dalam pemulihan.
BACA JUGA:Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29 ribu Anak Yatim
Saat berolahraga terjadi kerusakan kecil pada serabut otot, dan melalui proses disassemble, otot menjadi lebih kuat. Nah, dengan massage kita bisa mengembalikan serabut otot yang kaku dan memendek ke kondisi semula."
Untuk mendukung proses pemulihan, Pinhome Home Service memiliki layanan Massage untuk mendukung pemulihan otot praktis di rumah, terutama selama bulan Ramadhan.
“Layanan Massage Pinhome membuat proses relaksasi dan pemulihan lebih nyaman dan efektif tanpa harus keluar rumah. Dengan pijatan profesional dari Rekan Jasa Pinhome yang berpengalaman, tersedia berbagai jenis layanan mulai dari Full Body Massage, Swedish Massage, Reflexology, dan lainnya.
Tidak hanya ideal untuk relaksasi pasca olahraga, Massage juga cocok untuk menghabiskan waktu sambil menunggu buka puasa. Di bulan puasa tubuh perlu dijaga ekstra agar tetap fit dan ibadah bisa dijalankan lebih nyaman,” tutup Qurrat Aynun Abu Ayub, Chief Strategy Officer Pinhome.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

