KLH Tinjau Pengelolaan Sampah di Stasiun Cirebon, Antisipasi Lonjakan Sampah Mudik
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono didampingi Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin melakukan peninjauan pengelolaan sampah di Stasiun Cirebon jelang meningkatnya arus mudik Lebaran 2026, Sabtu kemarin.--
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pengelolaan lingkungan di kawasan stasiun kereta api terus diperkuat.
Salah satunya dilakukan oleh PT KAI Daop 3 Cirebon yang meningkatkan sistem pengelolaan sampah di Stasiun Cirebon.
Langkah tersebut mendapat perhatian dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang meninjau langsung kesiapan fasilitas pengelolaan sampah di stasiun tersebut menjelang lonjakan penumpang selama musim mudik.
BACA JUGA:Berkah Lebaran 2026, 20 Mobil Andi Rent Car Majalengka Ludes Disewa Pemudik
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengatakan, meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik berpotensi memicu peningkatan volume sampah di berbagai fasilitas transportasi, termasuk di stasiun kereta api.
“Kami dari KLH ingin fokus pada pengolahan sampah, karena saat mudik pasti akan ada akumulasi sampah yang lebih banyak,” ujar Diaz saat meninjau langsung fasilitas pengelolaan sampah di Stasiun Cirebon, Sabtu 15 Maret 2026.
Lonjakan jumlah penumpang kereta api selama periode mudik diperkirakan akan berdampak pada peningkatan volume sampah di area stasiun.
Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang lebih terstruktur menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Diaz, fasilitas pengelolaan sampah yang disiapkan oleh KAI Daop 3 Cirebon menunjukkan kemajuan dibandingkan sebelumnya.
BACA JUGA:Kecelakaan di Dukupuntang Cirebon, Dua Motor Tabrak Mobil Misterius, Tiga Orang Terluka
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan fasilitas pemilahan sampah dengan ukuran sekitar 30 x 6 meter.
Gedung tersebut digunakan untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum akhirnya dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Sekarang sudah ada fasilitas gedung untuk pemilahan sampah. Kami juga berdiskusi bagaimana pengelolaan sampah di sini bisa lebih optimal,” kata Diaz.
Diaz menjelaskan, karakteristik sampah di kawasan stasiun umumnya didominasi oleh sampah anorganik seperti plastik dan kemasan makanan, dibandingkan dengan sampah organik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

