Daya Motor

MBG Libur Lebaran, Distribusi Bantuan Makanan Kembali 31 Maret 2026

MBG Libur Lebaran, Distribusi Bantuan Makanan Kembali 31 Maret 2026

Program MBG akan libur sementara, akan dilanjutkan pada 31 Maret 2026 mendatang. -ist-radarcirebon

JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Masyarakat, khususnya orang tua siswa dan kelompok penerima manfaat, diminta memperhatikan perubahan jadwal operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Idulfitri 2026.

Melalui kebijakan resmi, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran bantuan makanan selama masa libur lebaran. 

Kebijakan ini berlaku secara bertahap sesuai kategori penerima manfaat.

BACA JUGA:Kapan Rekrutmen ASN 2026 Dibuka? Begini Pernyataan Resmi Istana

Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan, penyaluran untuk anak sekolah telah dihentikan lebih awal, yakni pada 13 Maret 2026.

“Bagi anak sekolah, penyaluran terakhir sudah dilakukan pada 13 Maret,” ujar Dadan saat memberikan keterangan di Kejaksaan Agung, Selasa 17 Maret 2026.

Sementara itu, untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, distribusi bantuan makanan bergizi resmi berakhir pada 17 Maret 2026.

Dengan berakhirnya penyaluran tersebut, seluruh aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah akan memasuki masa libur mulai pertengahan Maret hingga akhir bulan.

Meski dihentikan sementara, masyarakat diminta tidak khawatir. Pemerintah memastikan program ini akan kembali berjalan normal setelah masa libur Lebaran berakhir.

BACA JUGA:Sampah Menggunung di Gebang Kulon Cirebon, Pemdes Angkut 10 Truk Sampah

“Kita akan merayakan Idulfitri terlebih dahulu. Program MBG akan kembali beroperasi secara penuh pada 31 Maret mendatang,” jelas Dadan.

Menariknya, kebijakan penghentian sementara ini tidak hanya berkaitan dengan operasional, tetapi juga berdampak pada efisiensi anggaran negara.

Menurut Dadan, jeda distribusi selama kurang lebih dua pekan ini mampu menghemat anggaran dalam jumlah signifikan.

“Dengan jeda seperti ini, kurang lebih kita bisa menghemat anggaran sekitar Rp5 triliun,” ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase