Daya Motor

Kebijakan Hemat Energi Indonesia Mulai April 2026, Ini 5 Strategi Utamanya

Kebijakan Hemat Energi Indonesia Mulai April 2026, Ini 5 Strategi Utamanya

Pemerintah siapkan kebijakan hemat energi Indonesia mulai April 2026.-Istimewa-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Pemerintah terus mematangkan langkah strategis dalam mendorong kebijakan hemat energi Indonesia, dengan menyasar sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik

Upaya ini dilakukan untuk menekan konsumsi energi dan bahan bakar minyak (BBM) tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi disusun berdasarkan pendekatan berbasis data. 

Pemerintah juga mengacu pada pengalaman pengaturan mobilitas saat pandemi COVID-19, sehingga kebijakan yang diambil diiharapkan tetap adaptif dan minim dampak negatif.

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Rutan Cirebon Usulkan Remisi dan Salurkan Bantuan Sosial

BACA JUGA:Penentuan 1 Syawal 1447 H, Kemenag Kota Cirebon Pantau Hilal di Gebang

“Strategi ini dirancang agar tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap masyarakat, khususnya dalam layanan pendidikan dan kesehatan,” ujarnya dilansir dari JPNN, Rabu (18/3/2026).

Lima Strategi Utama Hemat Energi

Dalam implementasinya, pemerintah telah merumuskan lima langkah utama sebagai bagian dari kebijakan hemat energi lintas sektor. Pertama, penerapan sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN). 

Skema ini dinilai efektif untuk mengurangi mobilitas harian sekaligus menekan konsumsi BBM.

BACA JUGA:Siap-siap! One Way Nasional Arus Mudik Dimulai Pukul 12.00 WIB

BACA JUGA:MBG Libur Lebaran, Distribusi Bantuan Makanan Kembali 31 Maret 2026

Kedua, optimalisasi penggunaan platform digital dalam berbagai layanan publik. Transformasi digital diharapkan mampu mengurangi kebutuhan perjalanan fisik serta meningkatkan efisiensi kerja.

Ketiga, pembatasan perjalanan dinas yang selama ini menjadi salah satu penyumbang konsumsi energi cukup besar di lingkungan pemerintahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait