Daya Motor

Pasca Pengumuman 1 Syawal 1447 H, Arus Mudik 2026 di Tol Cipali Ramai Lancar, Ini Data Terbarunya

Pasca Pengumuman 1 Syawal 1447 H, Arus Mudik 2026 di Tol Cipali Ramai Lancar, Ini Data Terbarunya

Suasana lalu lintas di ruas tol Cipali menuju arah Cirebon, Kamis 19 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.-Astra Tol Cipali-

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Baru saja pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.

Kendati demikian, arus lalu lintas di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) pada Kamis 19 Maret 2026 atau H-2 Lebaran terpantau ramai namun tetap lancar.

Momentum ini juga bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi, yang turut memengaruhi dinamika perjalanan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa.

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Laboratorium Komputer SMPN 1 Gempol Terbakar, Diduga Akibat Korsleting

Berdasarkan data resmi dari Astra Tol Cipali hingga pukul 19.00 WIB tadi, tercatat sekitar 100 ribu kendaraan telah melintasi eks Gerbang Tol Cikopo menuju arah Cirebon.

Angka ini menunjukkan penurunan tipis sekitar 2,7 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya.

Rata-rata volume kendaraan yang melintas mencapai sekitar 5.200 kendaraan per jam. Namun, menjelang malam hari atau sekitar pukul 19.00 WIB, arus lalu lintas mulai melandai dengan jumlah kendaraan sekitar 3.700 unit per jam.

“Meski volume kendaraan cukup tinggi, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau terkendali tanpa hambatan berarti,” kata Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, sistem one way yang diterapkan di ruas tol ini dinilai efektif dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode mudik.

BACA JUGA:Hilal Belum Memenuhi Syarat, Kemenag Tetapkan Lebaran Sabtu 21 Maret 2026

Dari sisi layanan, pihaknya memberlakukan sistem buka-tutup di sejumlah rest area secara situasional. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatur kapasitas parkir dan mencegah kepadatan berlebih di area istirahat.

“Pengguna jalan diimbau untuk memanfaatkan gerbang tol terdekat sebagai alternatif tempat beristirahat apabila rest area penuh.”

“Pengendara juga tidak perlu khawatir soal tarif tambahan, karena sistem transaksi di jaringan Tol Trans Jawa menggunakan sistem tertutup yang menghitung biaya berdasarkan jarak tempuh,” beber Ardam.

Artinya, pengguna jalan yang keluar sementara untuk beristirahat dan kembali masuk tol tidak akan dikenakan biaya tambahan selama masih berada dalam sistem perjalanan yang sama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase