BPBD Kota Cirebon Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Kemarau Panjang hingga Agustus 2026
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi dinamika cuaca yang fluktuatif.
Meski sudah memasuki akhir Maret, intensitas hujan ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga April mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Cirebon saat ini masih berada dalam fase hidrometeorologi basah.
Andi menyampaikan bahwasannya Sesuai penetapan kami dan informasi BMKG, periode Maret hingga April ini masih berpotensi terjadi cuaca hujan ekstrem serta potensi banjir yang perlu kita antisipasi.
BACA JUGA:Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Target Pertahankan Posisi Klasemen di Seri 2 World Supersport Portimao
andi menegaskan Puncak Kemarau pada Agustus 2026, untuk itu Selain kewaspadaan terhadap banjir, BPBD juga menyoroti persiapan menghadapi musim kemarau.
Transisi dari musim hujan ke kemarau diprediksi mulai terjadi pada bulan April, dengan puncak kekeringan yang diperkirakan jatuh pada Agustus 2026.
Andi menyebutkan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini memicu kekhawatiran akan ketersediaan air bersih di sejumlah titik rawan.
“Puncaknya di bulan Agustus akan terjadi musim kering atau panas yang lebih lama. Kami terus memantau potensi kekeringan ekstrem ini,” bebernya.
BACA JUGA:9 HP Infinix Murah Spek Dewa Terbaru 2026, Cocok untuk Gaming hingga Harian
Antisipasi Krisis Air Bersih, Andi menjelaskan,
Belajar dari pengalaman tahun 2025, BPBD telah memetakan wilayah yang paling terdampak kekeringan.
Tercatat pada tahun lalu, Pemerintah Kota Cirebon mendistribusikan hampir 350.000 liter air bersih untuk membantu warga yang kesulitan air. Wilayah yang menjadi prioritas pengawasan tahun ini meliputi
Kecamatan Harjamukti, khususnya di Kelurahan Argasunya.
“Berdasarkan histori dan upaya mitigasi yang kami siapkan, wilayah Argasunya di Kecamatan Harjamukti tetap menjadi fokus utama karena kerentanannya terhadap krisis air bersih saat kemarau panjang,” tandasnya.
Andi menegaskan bahwasannya BPBD berkomitmen untuk terus memperbarui informasi cuaca dan melakukan langkah-langkah mitigasi guna meminimalisir dampak bencana, baik di musim hujan maupun kemarau. (Abd)
BACA JUGA:Bupati Majalengka Soal KONI: Tegaskan Tak Ada Intervensi, Soroti Transparansi Anggaran
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

