Keraton Kasepuhan Grebeg Syawal di Astana Gunung Jati
Kasultanan Cirebon berziarah ke kawasan Astana Gunung Jati, tanpa dihadiri Sultan Keraton Kasepuhan Lukman Zukaedin.-Foto: Dedi Haryadi-RADARCIREBON.COM
RADARCIREBON.COM - Kasultanan Cirebon berziarah ke kawasan Astana Gunung Jati, tanpa dihadiri Sultan Keraton Kasepuhan Lukman Zukaedin.
Patih Sepuh bersama keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon tetap melaksanakan tradisi Grebeg Syawal di kawasan Astana Gunung Jati, Minggu, 29, Maret 2026.
Pantauan RadarCirebon.Com di lokasi, rombongan keluarga besar Keraton Kasepuhan tiba di kawasan Astana Gunung Jati sekitar pukul 9.30 WIB.
Selanjutnya Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat didampingi Ratu Alexandra Wuryaningrat bersama keluarga besar langsung menuju ruang Pasujudan atau pintu gerbang utama untuk melaksanakan doa bersama.
BACA JUGA:Mobil Mogok di Jalur Arteri Kedawung, Polisi Gerak Cepat Urai Kemacetan Arus Balik
Satu jam kemudian usai doa bersama, rombongan kemudian menuju dan masuk ke ruang pemakaman keluarga Kesultanan Cirebon atau ruang makam Pangeran Raja Sulaeman yang berada di depan ruang Pasujudan atau pintu gerbang utama menuju makan Sunan Gunung Jati.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat beserta rombongan tidak melanjutkan masuk ke area keluarga Keraton Kasepuhan yang berada di dalam kawasan atas makam Sunan Gunung Jati. Rombongan memilih kembali pulang ke Keraton Kasepuhan Cirebon.
Kepada RadarCirebon.Com ditemui usai berziarah, Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri atau dikenal sebagai Lebaran Ketupat.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon tetap melaksanakan Grebeg Syawal sebagai bentuk doa dan silaturahmi kepada para leluhur,” katanya.
BACA JUGA:KPK Luncurkan 4 Program Kampanye Antikorupsi 2026, Mulai Festival Film hingga Stand Up Comedy
Saat ditanya kenapa tidak masuk berziarah ke areal atas makam keluarga, Patih Sepuh menyebutkan, bahwa doa bisa dilakukan dimana saja.
“Tidak menjadi persoalan, yang terpenting niat kita berdoa. Di mana pun kita berdoa, InsyaAllah Allah akan menyampaikan doa kita kepada para leluhur dan orang tua kita,” sebutnya.
Pangeran Raja Goemelar menegaskan bahwa esensi dari tradisi Grebeg Syawal adalah doa dan silaturahmi, bukan semata-mata lokasi pelaksanaan.
“Yang utama adalah niat dan keikhlasan. Mudah-mudahan semua yang hadir mendapatkan keberkahan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

