Rel Kereta Bersejarah Dibongkar Jadi Polemik, KAI Sebut Bukan Cagar Budaya
Pembongkaran jembatan rel kereta api Kalibaru memunculkan reaksi dari budayawan dan pegiat sejarah.-Seno Dwi Prianto-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Polemik pembongkaran jembatan rel di kawasan Kalibaru, Kota Cirebon, terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Infrastruktur lama yang diyakini sebagai bagian dari rel kereta bersejarah Cirebon ini memicu perdebatan antara kepentingan penataan kota dan upaya pelestarian warisan masa lalu.
Langkah pembongkaran yang dilakukan baru-baru ini langsung mengundang reaksi dari berbagai kalangan, terutama budayawan dan pegiat sejarah.
Mereka menilai keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar struktur besi tua, melainkan bagian penting dari rel kereta peninggalan Belanda di Cirebon yang memiliki nilai historis tinggi.
BACA JUGA:SD Negeri di Kota Cirebon Mulai Terapkan KBM 5 Hari, Disdik Uji Coba Pekan Ini
BACA JUGA:Wakil Walikota Fasilitasi Pedagang Bunga Dapatkan Pembiayaan Pembangunan Kios
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon masih melakukan koordinasi internal untuk menentukan sikap resmi menyusul berkembangnya polemik tersebut.
KAI Masih Koordinasi Internal
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan pernyataan rinci terkait polemik yang berkembang.
Hal ini lantaran proses pembahasan masih berlangsung di internal perusahaan, khususnya dengan tim legal.
“Kami masih melakukan koordinasi internal. Untuk sementara belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh,” ujarnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencermati situasi sekaligus merumuskan langkah yang akan diambil ke depan.
Termasuk mempertimbangkan berbagai respons masyarakat yang muncul pascapembongkaran jembatan rel Kalibaru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

