Fakta Mengejutkan di Balik Pembongkaran Rel Kuno Cirebon, KAI Buka Suara
(Kiri) Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon Sigit Winarto. (Kanan) Kepala Disbudpar, Agus Sukmanjaya saat menghadiri pertemuan, Selasa malam (7/4/2026).-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Polemik pembongkaran rel besi kuno di Sungai Sukalila kian memanas.
Bahkan, nama Walikota Cirebon ikut disebut setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon mengungkap bahwa pembongkaran dilakukan atas permintaan Pemerintah Kota Cirebon.
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon Sigit Winarto, akhirnya buka suara dalam forum panas yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Selasa 7 April 2026.
BACA JUGA:Pembongkaran Jembatan Rel Kalibaru Terhenti, Sisa Material Masih Tenggelam di Sungai
Forum tersebut mempertemukan berbagai pihak, mulai dari budayawan, sejarawan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), hingga DPRD.
“Yang pertama, kami dari PT KAI khususnya di Daop 3 Cirebon, memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder kebudayaan di Cirebon, kepada leluhur, kepada pegiat budaya, dan kepada seluruh masyarakat dengan kondisi riuh gaduhnya terkait dengan pembongkaran jembatan,” ujar Sigit.
Tak hanya menyampaikan permintaan maaf, Sigit juga mengungkap fakta krusial. Ia menegaskan bahwa pembongkaran rel bukan keputusan sepihak, melainkan bagian dari dukungan terhadap program penataan Sungai Sukalila oleh Pemerintah Kota Cirebon.
“Pada intinya, niat kami adalah tulus untuk membantu program Pemerintah Kota Cirebon. Jadi, dalam hal ini Pak Walikota ingin melakukan penataan Sungai Sukalila," tegasnya.
Menurut Sigit, kondisi jembatan rel lama dinilai sudah mengganggu aliran sungai. Struktur yang terlalu rendah membuat sampah mudah tersangkut dan berpotensi menyebabkan banjir di wilayah sekitar.
BACA JUGA:Pembongkaran Jembatan Bersejarah di Cirebon Picu Kritik Pemerhati Budaya
“Secara kasat mata dilihat memang sudah sangat dangkal dan sangat dekat dengan permukaan air, sehingga mengganggu aliran sungai."
"Pada saat sampah menyangkut, itu mengakibatkan banjir di kanan-kirinya,” ujarnya.
Lebih jauh, Sigit mengungkapkan bahwa permintaan pembongkaran bahkan disampaikan secara resmi melalui surat dari Walikota Cirebon.
“Awalnya secara lisan kepada kami untuk meminta membongkar. Kemudian kami konfirmasi lagi dan memang benar surat itu sudah terkirim dari Pak Walikota kepada PT Kereta Api,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

