Haji Tanpa Antrean? Pemerintah Kaji Skema Baru, Begini Penjelasannya
DAFTAR HAJI. Calon jamaah haji Kabupaten Cirebon saat mendaftar di Kantor Kemenhaj Kabupaten Cirebon.-Samsul Huda -Radar Cirebon
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Pemerintah tengah mengkaji skema baru penyelenggaraan ibadah haji tanpa antrean panjang.
Wacana ini muncul sebagai upaya menjawab persoalan klasik lamanya daftar tunggu haji di Indonesia, yang saat ini mencapai jutaan calon jemaah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, gagasan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
BACA JUGA:Haji Ilegal Marak, Kemenhaj dan Polri Bentuk Satgas Khusus
Menurut Dahnil, ide ini berangkat dari arahan Presiden yang ingin menghadirkan sistem haji yang lebih efisien tanpa harus menunggu puluhan tahun.
“Presiden berkeinginan agar dipikirkan bagaimana caranya haji tidak antre. Itu yang sedang kami formulasikan,” ujarnya di Jakarta, Kamis 9 April 2026.
Ia menjelaskan, panjangnya antrean haji di Indonesia dipengaruhi oleh tingginya minat masyarakat serta sistem pengelolaan keuangan haji yang mendorong peningkatan jumlah pendaftar.
Sementara itu, kuota haji yang diberikan oleh Arab Saudi tetap terbatas setiap tahunnya.
Akibatnya, waktu tunggu keberangkatan semakin lama, bahkan di beberapa daerah bisa mencapai puluhan tahun.
BACA JUGA:Harga Avtur Naik, Prabowo Pastikan Biaya Haji 2026 Justru Turun
Dahnil menyebut, saat ini jumlah calon jemaah yang masuk daftar tunggu sudah mencapai sekitar 5,7 juta orang.
Sebagai perbandingan, beberapa negara memiliki sistem berbeda dalam pengelolaan haji.
Di Malaysia, antrean terjadi melalui sistem tabungan haji, sedangkan di negara lain seperti India, durasi antrean relatif lebih singkat.
Pemerintah Indonesia kini mempertimbangkan model yang lebih fleksibel, salah satunya dengan sistem pembelian langsung berdasarkan kuota yang tersedia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

