Genting Digelar di Kota Cirebon, Kolaborasi Tekan Stunting
DP3APPKB Kota Cirebon menggelar kegiatan Genting di RW 11 Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (9/4).-Cecep Nacepi-Radar Cirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon menggelar kegiatan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting) di RW 11 Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (9/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon bekerja sama dengan pengusaha, dalam menekan angka stunting Di wilayah Kota Cirebon.
Hadir pada kegiatan itu, Wakil Walikota Cirebon Siti Farida Rosmawati, memastikan program berjalan dengan baik, dan bantuan kepada penerima manfaat tepat sasaran. Ia juga berdiskusi dengan penerima manfaat dan memberikan edukasi terkait pencegahan stunting.
“Alhamdulillah hadir pengusaha dari Light One yang memberikan simulan berupa one day, one egg dengan minyak 1 liter. Pertama digelar di RW 11 Kelurahan Kesenden, dengan 20 penerima manfaat,” papar Farida kepada Radar Cirebon.
BACA JUGA: Rencana Kerja 2026, Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Ia mengajak semua pihak yang ada di Kota Cirebon untuk peduli sosial, terutama untuk mencegah penurunan angka stunting di Kota Cirebon. Seperti yang dilakukan oleh Light One ini."Kolaborasi ini menjadi target pemerintah dalam penurunan angka stunting," tandasnya.
Di tempat yang sama Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menyampaikan bahwa program Genting merupakan wadah partisipasi masyarakat luas untuk bersama-sama berkontribusi dalam pencegahan stunting, khususnya bagi balita, ibu hamil, serta keluarga berisiko stunting.
“Program Genting ini menjadi ruang bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi sebagai orang tua asuh dalam upaya pencegahan stunting, terutama melalui pemberian tambahan gizi bagi balita, ibu hamil, dan keluarga yang berisiko,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Rumah Zakat, puskesmas, serta kader-kader di tingkat kelurahan. Dalam mekanismenya, dana dari para donatur disalurkan melalui Rumah Zakat untuk kemudian dibelanjakan dan menyebarkan distribusinya di lapangan.
BACA JUGA: Anggaran ASN Rp2,2 Triliun Disorot DPRD, Kinerja Pegawai Cirebon Diminta Maksimal
"Kami bekerja sama dengan Rumah Zakat, puskesmas, serta ibu-ibu kader. Dana yang diterima dikelola oleh Rumah Zakat, kemudian dibelanjakan dan dipastikan penyalurannya tepat sasaran," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 baduta (bayi di bawah dua tahun) menjadi target utama intervensi selama kurang lebih satu bulan. Setiap anak menerima tambahan asupan berupa satu butir telur setiap hari. Selain itu, keluarga penerima manfaat juga mendapatkan bantuan tambahan seperti minyak goreng.
"Untuk 20 baduta stunting ini kami berikan satu hari satu telur selama satu bulan. Kemudian ada juga tambahan untuk keluarganya, seperti minyak goreng, yang diberikan selama beberapa bulan," ungkap Suwarso.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Rumah Kreatif Light One yang ikut berpartisipasi dalam program ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

