Tragis! ABK dari Gombang Cirebon Tewas Dibakar di Benoa Bali
Evakuasi jenazah ABK Egi Ramdan (30) warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon yang tewas dianiaya dan dibakar di Benoa, Bali. -Foto: Istimewa-radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM - Nasib tragis dialami dua orang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Egi Ramdan (30) warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon dan Hisam Adnan (30) warga Desa Banjar, Kecamatan Genuk, Kabupaten Semarang.
Kedua ABK ini tewas mengenaskan dikeroyok dan dianiaya oleh sekelompok orang di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, pada Jumat, 10, April 2026 dini hari. Tragisnya, tubuh kedua korban dibakar para pelaku.
Saat ini, jenazah korban masih berada di Bali dan kabarnya akan segera dipulangkan ke kediaman masing-masing untuk kemudian dikebumikan.
Kapolsek Depok, AKP Endang Kusnandar mengaku sudah mendapatkan informasi ini. Pihaknya sudah meugaskan anggota untuk ke rumah duka.
BACA JUGA:KPPI Cirebon Gelar Halal Bihalal, Soroti Peran Strategis Perempuan di Bidang Politik dan Kesehatan
"Anggota saya sedang meluncur ke rumah korban untuk mengumpulkan data sekaligus menanyakan kapan jenazah korban akan tiba di rumah duka," kata AKP Endang, kepada radarcirebon.com, Sabtu, 11, April 2026.
Sementara itu, Kuwu Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten CIREBON, Vonny Agustina Indra Ayu belum dapat dikonfirmasi.
Penganiayaan di Benoa Bali
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, saat ini Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama Sat Reskrim Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu para pelaku.
BACA JUGA:Tangani Stroke Lebih Cepat, RSUD Waled Siapkan Fasilitas Cathlab Canggih
Menurut keterangan saksi, keributan pertama kali terdengar pada Jumat sekitar pukul 04.30 Wita. Salah seorang saksi, Yos Barliansyah (56), mengaku mendengar suara ribut-ribut dari arah Jalan Raya Pelabuhan Benoa.
"Saksi keluar dan melihat ada beberapa orang membakar korban, kemudian menghubungi Kelian Adat Banjar Pesanggaran," kata Adi.
Saksi lain, Budi Listiyono (25), calon ABK asal Semarang, mengaku sempat bersama Egi, HA, dan satu orang lain, Isam, sebelum kejadian.
Mereka diketahui sempat minum minuman keras (miras) di kawasan Benoa. Sekitar pukul 02.30 Wita, mereka berencana membeli miras lagi menggunakan ojek online.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

