Swadaya Warga Tutup Lahan Kosong di Samping TPS
SWADAYA. Penutupan lahan kosong di samping TPS Desa Kecomberan di Jl Soekarno-Warung Asem ditutup warga secara swadaya.-Samsul Huda-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Warga Perumahan Puri Cirebon Lestari (PCL) bergerak cepat menutup lahan kosong di samping Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Kecomberan, Jalan Soekarno–Warung Asem.
Langkah ini dilakukan untuk menghentikan kebiasaan warga luar yang membuang sampah sembarangan di area tersebut.
Penutupan dilakukan dengan pemasangan pagar secara swadaya oleh masyarakat.
Upaya ini menyusul pembersihan besar-besaran yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon selama dua hari, yang mengangkut tumpukan sampah di TPS maupun di sisi kanan-kiri lahan kosong tersebut.
BACA JUGA:Bidik Kemenangan di ARRC Sepang, Yamaha Racing Indonesia Siap Tampil Maksimal
Ketua RW 07 PCL, Yeyet Nurhayati SPd, mengapresiasi respons cepat DLH yang telah menindaklanjuti keluhan warga. Pasalnya, sejak Lebaran Idulfitri, sampah sempat menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan perumahan.
"Kami berterima kasih kepada DLH yang sudah merespons keluhan warga. Bau sampah sebelumnya sangat mengganggu karena sempat tidak terangkut," ujar Yeyet saat meninjau lokasi, Jumat (10/4/2026).
Meski demikian, Yeyet berharap DLH juga segera melakukan perbaikan fasilitas TPS, khususnya atap bangunan yang sebagian spandeknya sudah lepas. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan langsung mengenai sampah, sehingga memperparah bau yang ditimbulkan.
Menurutnya, penataan TPS menjadi penting agar lingkungan terlihat lebih rapi dan nyaman. Terlebih, kawasan Talun dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Kabupaten Cirebon.
BACA JUGA:Tragis! ABK dari Gombang Cirebon Tewas Dibakar di Benoa Bali
"Harapannya TPS ini bisa lebih tertata dan tidak mengganggu pemandangan maupun kenyamanan warga dan pengunjung," imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, secara aset TPS tersebut merupakan milik DLH, meski berdiri di atas lahan fasilitas umum milik pengembang perumahan.
"Saat ini, pengangkutan sampah di lokasi tersebut dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali. Warga berharap, dengan adanya penutupan lahan kosong dan peningkatan pengelolaan TPS, agar persoalan sampah di wilayah itu tidak kembali terulang," pungkasnya. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

