Daya Motor

Program Pengendalian Inflasi di Kota Cirebon: Waduli Sepi dan Tak Berfungsi

Program Pengendalian Inflasi di Kota Cirebon: Waduli Sepi dan Tak Berfungsi

Warung Peduli Inflasi (Waduli) yang menempati sebuah ruko di Pasar Jagasatru Kota Cirebon selalu tutup.-Apridista Siti Ramdhani-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Upaya pengendalian inflasi di Kota Cirebon pernah dilakukan pemerintah dengan meluncurkan program Waduli.

Pada 19 Maret 2024, Pemkot Cirebon melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) meluncurkan Warung Peduli Inflasi atau Waduli di Pasar Jagasatru

Program ini digadang-gadang menjadi solusi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mempertahankan daya beli masyarakat.

Namun, harapan tersebut tampaknya belum terwujud. Berdasarkan pantauan di lapangan dalam beberapa pekan terakhir, operasional Waduli justru jauh dari ekspektasi. 

BACA JUGA:3 Santriwati di Indramayu Tertabrak Pikap Kopdes, Diduga Sopir Mengantuk

BACA JUGA:Sampah Menumpuk di Sungai Sukalila Cirebon, Pemkot Ambil Langkah Darurat

Kios yang seharusnya menjadi pusat intervensi harga itu terlihat tidak aktif. 

Folding gate hampir selalu tertutup, sementara kondisi fisik kios tampak mulai usang dengan spanduk yang memudar.

Secara konsep, Waduli dirancang sebagai sarana distribusi bahan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama saat terjadi gejolak harga. 

Program ini melibatkan Perumda Pasar Berintan sebagai BUMD pengelola pasar, bekerja sama dengan PPI Bulog dan koperasi untuk menjaga pasokan komoditas seperti beras, minyak, dan sayuran.

BACA JUGA:ABK Cirebon Dibakar di Bali: Keluarga Jemput Jenazah Egi, 5 Pelaku Ditangkap

BACA JUGA:Cicilan KUR BCA 2026 Pinjaman Rp100 Juta: Simulasi Angsuran dan Syarat Lengkap

Namun di lapangan, keberadaan Waduli justru nyaris tak terasa. Erik, seorang pedagang sayur yang berjualan di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa kios tersebut jarang beroperasi. Menurutnya, Waduli lebih sering tutup dibanding buka.

“Kalau buka juga paling sebentar, sekitar satu jam, habis itu tutup lagi,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: