Inovasi BRIN: Sampah Perkotaan Diolah Jadi Listrik Lewat PLTSa Merah Putih
BRIN melakukan inovasi untuk mengatasi persoalan sampah di sejumlah kota di Indonesia. -Samsul Huda-Radarcirebon.com
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong inovasi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih.
Hal ini dilakukan sebagai solusi strategis pengelolaan sampah sekaligus sumber energi alternatif di tengah tekanan krisis energi global.
Pengembangan PLTSa Merah Putih dinilai semakin relevan seiring meningkatnya ketidakpastian pasokan energi dunia.
BACA JUGA:Pelantikan MUI Cirebon 2025–2030, Walikota Tekankan Peran Ulama Atasi Sampah
Konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat turut memicu gangguan jalur perdagangan minyak global, khususnya di Selat Hormuz.
Situasi tersebut berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak dan ketahanan energi berbagai negara, termasuk Indonesia.
Peneliti Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Wiharja, menilai pengolahan sampah menjadi energi dapat menjadi bantalan penting dalam menghadapi risiko krisis energi sekaligus permasalahan sampah perkotaan.
“Untuk mengatasi sampah, ini bonus listrik. Ini juga bonus untuk krisis energi,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Kamis 16 April 2026.
Teknologi PLTSa Merah Putih dirancang untuk mengolah sampah kota yang selama ini menjadi beban lingkungan.
Sampah terlebih dahulu dipilah dan dikeringkan guna meningkatkan nilai kalor, kemudian dibakar melalui sistem insinerasi terkendali.
Panas hasil pembakaran digunakan untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin dan generator listrik.
Menurut Wiharja, pendekatan ini mampu mengurangi volume sampah secara cepat dan signifikan hingga 80 persen, sekaligus mengonversinya menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan.
Tak hanya fokus pada efisiensi, PLTSa Merah Putih juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi berbasis katalis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

