Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Kota Cirebon, Banyak Pasien Datang Sudah Parah
Direktur Utama RSD Gunung Jati dr Katibi memberikan keterangan pers saat menggelar jumpa pers di RSD Gunung Jati, Jumat (17/4/2026).-Dedi Haryadi-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Lonjakan kasus campak di Kota Cirebon dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius dunia kesehatan.
Penyakit yang kerap dianggap ringan ini kini menunjukkan dampak yang jauh lebih berbahaya, terutama bagi anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
Data dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati mencatat, sekitar 50 pasien campak harus menjalani perawatan selama periode Januari hingga Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, dua pasien dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi yang cukup berat.
BACA JUGA:Janji Bupati Kuningan Perbaikan Jalan Wano–Cengal–Cikeleng Segera Direalisasikan
BACA JUGA:Aktivitas Warga di Jalur Rel Masih Marak, KAI Daop 3 Cirebon Ingatkan Bahaya dan Sanksi Hukum
Direktur Utama RSD Gunung Jati, dr Katibi, menjelaskan bahwa mayoritas pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah memburuk.
Sebagian besar pasien masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), bukan dari layanan rawat jalan.
“Sebagian besar pasien datang lewat IGD dan kondisinya sudah cukup parah. Ini menunjukkan bahwa penanganan di tahap awal masih kurang optimal,” ujar dr Katibi, Jumat (17/4/2026).
Ia merinci, sepanjang Januari terdapat 26 kasus yang masuk melalui IGD, kemudian 19 kasus pada Februari, dan lima kasus di bulan Maret.
BACA JUGA:Waspada Lonjakan Kasus Campak di Cirebon, Dinkes Belum Cabut Status KLB
Sementara itu, pasien yang datang melalui jalur rawat jalan relatif sedikit, hanya enam orang sejak awal tahun hingga pertengahan April.
Melihat perbandingan tersebut, pihak rumah sakit meyakini bahwa angka kasus campak di masyarakat kemungkinan jauh lebih tinggi dibandingkan data yang tercatat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

