PSEL Dipercepat! Pemerintah Targetkan Sampah Berkurang 33.000 Ton per Hari
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari dalam konferensi pers perihal Pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di lima lokasi, yakni Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, serta Bandung Raya, di Jakarta, Rabu 22 April-Bakom RI-
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tengah dipercepat oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
PSEL merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah.
Jumlah sampah yang dihasilkan di seluruh Indonesia telah mencapai sekitar 140 ribu ton per hari.
BACA JUGA:Pemerintah Percepat PSEL, 3 Kota Mulai Implementasi Proyek Sampah Jadi Listrik
Sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terbatas, demikian juga dengan tingkat pengolahan melalui reduce-reuse-recycle (3R).
Melalui pemanfaatan teknologi termal, seperti insinerasi, PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, sekaligus menghasilkan energi listrik.
Pembangunan PSEL difokuskan pada wilayah perkotaan dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari.
Targetnya pada 2029, PSEL dapat mengurangi timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari.
"PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari (pada 2029) atau setara 22,48 persen dari total timbulan sampah nasional," kata Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 22 April 2026.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Teken Proyek Sampah Jadi Listrik di Bogor Raya, Target Mulai Juni 2026
Dengan berkurangnya timbulan sampah, PSEL dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Sebab, risiko berbagai penyakit menurun, khususnya di sekitar TPA.
"Dalam jangka panjang, keberadaan PSEL diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat peran daerah dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon," ucap Qodari.
Ia menambahkan, PSEL berpotensi menghasilkan tenaga listrik rata-rata sebesar 25 MW untuk PSEL dengan kapasitas pengolahan sampah 1.000 ton per hari.
"PSEL juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi, antara lain melalui investasi, penciptaan lapangan kerja baru, dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

