Pengurus LPM Karya Mulya Resmi Dilantik
Pengurus LPM Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi, masa bakti 2026-2031 resmi dilantik, Rabu (22/4/2026), di Baperkam RW 17 Perumahan GSP.-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi, masa bakti 2026-2031 resmi dilantik, Rabu (22/4/2026), di Baperkam RW 17 Perumahan GSP.
Ketua LPM Karya Mulya, Muhammad Yani SH, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin lembaga tersebut.
Ia menegaskan komitmennya menjalankan tugas pemberdayaan masyarakat secara optimal. Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang baik antara LPM, pemerintah kelurahan, lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK), serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.
“Kami berkomitmen menjalankan tugas sebaik-baiknya. Dukungan dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan,” ujarnya.
BACA JUGA:Rekor Bojan Hodak Jelang Persib vs Arema, Selangkah Menuju Sejarah
Yani menjelaskan, kepengurusan LPM periode ini terdiri dari 15 orang. Selain pengurus inti yang meliputi ketua, sekretaris, dan bendahara, terdapat enam bidang kerja yang masing-masing diisi dua orang.
“Struktur ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja LPM dalam melayani masyarakat selama lima tahun ke depan,” katanya.
Ia juga berharap terjalin kerja sama yang baik dengan seluruh pihak, khususnya Lurah Karya Mulya, LKK, serta masyarakat.
Sementara itu, Lurah Karya Mulya, Rahmat, mengucapkan selamat kepada para pengurus yang telah dilantik. Ia berharap LPM dapat menjadi mitra strategis pemerintah kelurahan dalam menyukseskan program pembangunan.
BACA JUGA:Transformasi Birokrasi di Majalengka Dipercepat, ASN Didorong Go Digital
“Kami berharap LPM dapat terus bersinergi, terutama dalam perencanaan pembangunan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Rahmat juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong agar program pembangunan berjalan maksimal.
Selain itu, ia mengingatkan tantangan ke depan yang semakin kompleks seiring dinamika masyarakat. Karena itu, komunikasi dinilai menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kita harus menjaga komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memicu permasalahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

