Penemuan Jasad di Sungai Cisanggarung Cirebon Pagi Ini, Diduga Pelajar yang Hilang
Warga melihat jasad manusia mengapung di aliran sungai Cisanggarung, tepatnya di Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jumat 24 April 2026 pagi. Diduga, korban tenggelam yang sedang dicari sejak 2 hari lalu. -Hasil tangkapan layar-
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Warga Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, Kabupaten CIREBON, digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja laki-laki yang mengapung di Sungai Cisanggarung, Jumat 24 April 2026 pagi.
Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi terlentang dan tersangkut di bebatuan di aliran sungai.
Penemuan ini langsung menarik perhatian warga yang sejak beberapa hari terakhir mengikuti proses pencarian korban tenggelam di lokasi yang sama.
BACA JUGA:Satu Korban Tenggelam di Cisanggarung Ditemukan, Pencarian Dilanjut Pagi Ini
Diduga kuat, jasad tersebut merupakan salah satu pelajar SMP PGRI Babakan yang sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Rabu 22 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari tim SAR gabungan terkait identitas jasad yang ditemukan.
Namun, jika dugaan tersebut benar, korban diduga adalah Dani Hakim (15), warga Desa Kudumulya, Kecamatan Babakan, yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Seperti diketahui, insiden tenggelamnya dua pelajar di Sungai Cisanggarung sempat mengundang perhatian luas masyarakat.
Proses pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk relawan dan warga setempat.
BACA JUGA:Hari Kedua Pencarian Pelajar Tenggelam di Sungai Cisanggarung Cirebon, Korban Belum Ditemukan
Sehari sebelumnya, Kamis 23 April 2026 malam, tim SAR berhasil menemukan satu korban bernama Ahmad Aditia (15), pelajar asal Desa Pakusamben, Kecamatan Babakan.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 100 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.
Penemuan korban pertama bermula dari kecurigaan warga yang melihat objek mencurigakan mengapung di permukaan sungai saat melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.
Komandan Posal Gebang, Nurhayat, sebelumnya menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan berbagai peralatan SAR.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

