Daya Motor

Satori: Transportasi Menuju Armuzna Harus Jadi Prioritas Haji 2026

Satori: Transportasi Menuju Armuzna Harus Jadi Prioritas Haji 2026

Anggota Komisi VIII DPR RI, H Satori meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan sarana transportasi menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dalam pelaksanaan ibadah haji 2026 ini. -dpr.go.id-

MEDAN, RADARCIREBON.COM – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 mulai mendapat sorotan serius dari DPR RI.

Anggota Komisi VIII DPR RI, H Satori menegaskan, perbaikan sarana transportasi menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Hal tersebut disampaikan H Satori usai menghadiri pelepasan jemaah haji kloter kedua di Embarkasi Medan, Sumatera Utara, Rabu 22 April 2026 malam.

BACA JUGA:Kemenhaj Gelar Persiapan, 278 Jemaah Haji Siap Berangkat, Tertua Berusia 81 Tahun Termuda 20 Tahun

Ia menyoroti berbagai kendala yang terjadi pada musim haji sebelumnya, terutama terkait transportasi bus yang dinilai belum optimal.

Menurutnya, persoalan utama tahun lalu terletak pada kompleksitas koordinasi dengan banyaknya penyedia layanan transportasi atau syarikah.

Tercatat, ada delapan perusahaan yang terlibat, sehingga memicu berbagai kendala teknis di lapangan.

“Pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran penting. Dengan jumlah syarikah yang terlalu banyak, koordinasi menjadi sulit dan berdampak pada keterlambatan transportasi jemaah,” ujarnya.

Untuk penyelenggaraan haji 2026, ia menyebut telah ada komitmen untuk menyederhanakan sistem dengan memangkas jumlah syarikah menjadi dua perusahaan saja.

BACA JUGA:441 Jemaah Siap Terbang, Ini Jadwal Pemberangkatan Calon Haji Kloter 5 Kabupaten Cirebon

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kelancaran layanan transportasi bagi jemaah.

“Insyaallah tahun ini kembali ke dua syarikah. Dengan manajemen yang lebih sederhana, kami mendorong agar pelayanan transportasi, khususnya menuju Armuzna, bisa berjalan lebih lancar tanpa kendala berarti,” tegasnya.

Selain masalah transportasi, Satori juga menyoroti pentingnya kesiapan kesehatan jemaah haji. Ia mengapresiasi usulan dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sumatera Utara terkait pembentukan jabatan struktural khusus di bidang kesehatan haji.

Menurutnya, keberadaan Kepala Bidang Kesehatan Haji di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan jemaah sejak tahap persiapan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase