Daya Motor

Menabung Rp10 Ribu Sehari, Wa Mumu Wujudkan Mimpi Haji

Menabung Rp10 Ribu Sehari, Wa Mumu Wujudkan Mimpi Haji

SIAP BERANGKAT: Wa Mumu dan istrinya tercatat calon jamaah haji kloter 06. Dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 26 April 2026 melalui BIJB Kertajati.-Istimewa-radarcirebon

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM - Pagi itu, langkah Wa Mumu tak pernah berubah. Sebilah bambu penyangga bertumpu di pundaknya, menggantungkan boboko dan berbagai anyaman bambu yang siap ditawarkan dari kampung ke kampung.

Jalanan desa di Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, sudah akrab dengan jejak langkahnya. Pelan, tapi pasti.

Nama aslinya Eye Sunarya (54). Namun warga lebih mengenalnya sebagai Wa Mumu, sosok sederhana yang tak pernah lelah berjalan demi menyambung hidup.

Bertahun-tahun ia menekuni profesi sebagai pedagang keliling, menyusuri sudut-sudut kampung hingga ke wilayah Leuwimunding.

Tak ada kendaraan bermotor, tak pula strategi pemasaran modern. Hanya tenaga, kesabaran, dan keyakinan bahwa rezeki akan datang dari setiap langkah yang diayunkan.

“Setiap hari saya keliling bawa boboko. Ambil dari saudara yang jadi pengrajin, lalu dijual lagi,” tuturnya.

Penghasilannya jauh dari kata besar. Sekitar Rp30 ribu per hari, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sederhana bersama sang istri, Siti Mariah (48). Namun dari jumlah yang tampak kecil itulah, mimpi besar perlahan dirajut.

Sejak 2013, Wa Mumu dan istrinya mulai menabung untuk satu tujuan: berangkat haji. Tak muluk-muluk, ia hanya menyisihkan Rp10 ribu setiap hari. Jumlah yang bagi sebagian orang mungkin tak berarti, tetapi bagi Wa Mumu adalah wujud disiplin dan harapan.

Separuh penghasilannya disimpan, sisanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Prinsip hidup sederhana yang ia pegang sejak kecil menjadi fondasi kuat dalam menjaga konsistensi.

Waktu berjalan. Tahun demi tahun berlalu, langkah Wa Mumu tetap sama. Memikul dagangan, menyapa pelanggan, dan menyisihkan rezeki. Tak ada perubahan drastis dalam hidupnya, kecuali satu hal: tabungan hajinya yang terus bertambah.

Hingga akhirnya, lebih dari satu dekade kemudian, penantian itu terjawab.
Wa Mumu dan istrinya kini tercatat sebagai calon jamaah haji kloter 06 asal Majalengka. Keduanya dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 26 April 2026 melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Kabar itu menyebar cepat di lingkungan tempat tinggalnya. Warga yang selama ini menyaksikan perjuangannya, ikut merasakan haru dan bangga.

“Dari dulu beliau memang punya niat kuat. Orangnya sabar dan ulet,” ujar H Rega (57), tetangganya.
Bagi warga, Wa Mumu bukan sekadar pedagang keliling. Ia adalah simbol keteguhan, bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Hal serupa disampaikan Wiwi (50). Ia melihat langsung bagaimana Wa Mumu tak pernah absen berkeliling setiap hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait