Daya Motor

ELSA IPB Cirebon Gelar Pelatihan Jurnalistik

ELSA IPB Cirebon Gelar Pelatihan Jurnalistik

Puluhan mahasiswa tengah menyimak pemaparan dari narasumber dalam pelatihan jurnalistik yang digelar ELS IPB Cirebon, kemarin. -Khoirul Anwarudin-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris IPB CIREBON atau English Literature Student Association (ELSA) menggelar pelatihan jurnalistik guna meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung 1 IPB Cirebon ini, menghadirkan M Syahri Romdhon seorang jurnalis profesional yang juga aktif sebagai pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung Biro Cirebon sebagai pembicara.

Ketua Hima ELSA IPB Cirebon, Nasya Aulia Putri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan menulis mahasiswa sekaligus menegaskan bahwa karya tulis manusia tetap memiliki nilai penting.

“Kegiatan ini kita adakan untuk meningkatkan skill menulis kita semua di tengah maraknya penggunaan AI. Kita ingin memperjelas bahwa tulisan hasil pemikiran manusia itu masih sangat relevan, baik untuk saat ini maupun di masa depan,” ujar Nasya.

BACA JUGA:Bukan Energi Listrik Saja, Begini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Perekonomian Rakyat

Ditambahkannya, AI memang dapat membantu proses penulisan, namun tidak dapat menggantikan sentuhan rasa dan sudut pandang manusia.

Nasya berharap, melalui kegiatan ini mahasiswa dapat lebih konsisten dalam menulis dan mulai mengurangi ketergantungan terhadap AI, sehingga orisinalitas pemikiran tetap terjaga dan terus berkembang.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi seputar dunia jurnalistik, mulai dari perbedaan mendasar antara tulisan manusia dan AI, teknik wawancara yang baik, hingga etika jurnalistik dalam bekerja.

Selain itu, peserta juga diajak memahami secara langsung bagaimana kehidupan seorang jurnalis di lapangan, termasuk proses peliputan sejak hari pertama hingga pengembangan berita pada hari-hari berikutnya.

BACA JUGA:Infinix GT Watch 5 Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch Gaming Futuristik dengan Fitur Lengkap

Berbagai pertanyaan peserta pun dibahas secara terbuka, termasuk mengenai penggunaan teknologi dalam proses siaran langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Syahri Romdhon, menegaskan bahwa kerja jurnalistik tetap mengandalkan kecepatan berpikir, ketajaman observasi, serta pengalaman di lapangan.
Tak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik.

Peserta diminta menulis berita dalam waktu lima menit setelah mendapatkan informasi dari informan.
Simulasi ini bertujuan melatih kecepatan berpikir dan kemampuan mengolah data secara cepat dan tepat. (awr/opl)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: