Daya Motor

Sekolah 5 Hari SD di Cirebon Belum Bisa Jalan, Ini Alasannya

Sekolah 5 Hari SD di Cirebon Belum Bisa Jalan, Ini Alasannya

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, H Ronianto SPd MM.-SAMSUL HUDA-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Wacana penerapan sekolah lima hari bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cirebon dipastikan belum bisa direalisasikan.

Kebijakan tersebut terkendala keberadaan Perda tentang Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), yang dinilai menjadi pertimbangan utama belum diterapkannya program sekolah lima hari. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, H Ronianto SPd MM menegaskan, penerapan lima hari belajar untuk SD terbentur regulasi yang sudah berlaku. Menurutnya, persoalan itu juga telah dijelaskan kepada DPRD Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA:Progres TGR Disdikbud Kuningan Tembus Rp1 Miliar, Pengembalian Terus Dikebut

"Untuk SD memang belum memungkinkan. Kami memiliki Perda DTA yang harus menjadi acuan, sehingga lima hari belajar untuk SD belum bisa dilaksanakan," ujar Ronianto, kepada Radar, Rabu 29 April 2027.

Meski demikian, kata Ronianto, kebijakan lima hari belajar mulai diterapkan di sejumlah SMP Negeri di Kabupaten Cirebon.

Beberapa sekolah yang telah menjalankan program tersebut di antaranya SMPN 1 Sumber, SMPN 1 Talun, SMPN 1 Susukan, dan SMPN 2 Palimanan.

"Penerapan lima hari belajar di tingkat SMP tidak serta merta bisa diterapkan semua sekolah. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum sekolah mendapat izin menjalankan program tersebut, salah satunya ketersediaan fasilitas ibadah untuk menunjang pelaksanaan salat Jumat," terangnya.

Tak hanya itu, kesiapan sarana dan prasarana pendukung lainnya juga menjadi bagian dari penilaian.

Untuk memastikan kesiapan sekolah, Disdik bahkan telah membentuk tim verifikasi khusus guna menilai kelayakan sekolah yang mengajukan program lima hari belajar.

BACA JUGA:Disdik Kota Cirebon WFO 100 Persen, Layanan Pendidikan Dijamin Berjalan Optimal

"Nanti tim akan melakukan verifikasi berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan. Jika memenuhi syarat, baru bisa diterapkan. Sistem pembelajaran pun akan dimaksimalkan dari Senin sampai Jumat," jelasnya.

Ia menambahkan, kekhawatiran sebagian pihak terkait dampak negatif program lima hari belajar terhadap siswa dinilai berlebihan.

Menurutnya, pola pembelajaran tersebut justru membuat aktivitas siswa lebih terpantau karena berada dalam pengawasan sekolah selama hari efektif belajar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase