Bupati Kuningan Lantik Pejabat JPT Pratama, Tekankan Integritas dan Kinerja Berdampak
DILANTIK: Pelantikan pejabat baru di Kuningan bukan sekadar seremonial. Bupati Dian Rachmat Yanuar tekankan tanggung jawab, inovasi, dan kerja nyata demi pelayanan publik yang lebih baik.-ist/Setda Kuningan-radarcirebon
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar secara resmi melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kamis (30/4/2026).
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 562 Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penyegaran dan penguatan kinerja birokrasi.
Dalam pelantikan tersebut, beberapa nama pejabat yang dipercaya mengemban jabatan baru di antaranya Tatiek Ratna Mustika sebagai Kepala Dinas Sosial, Aries Susandi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Rangga Apriatna sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta H Apip Ropi’i yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Selain pengisian jabatan pimpinan tinggi, turut dilakukan pengangkatan pejabat administrator dan pengawas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Proses ini mengacu pada keputusan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari penataan struktur birokrasi yang lebih efektif dan responsif.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukanlah sekadar bentuk penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
Ia mengingatkan bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, maka semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi.
Pelantikan yang digelar di kawasan Cadas Poleng, jalur menuju Gunung Ciremai, bukan tanpa makna. Lokasi tersebut dipilih sebagai simbol perjalanan dan tantangan yang akan dihadapi para pejabat dalam menjalankan tugasnya.
Medan yang tidak mudah mencerminkan dinamika dan kompleksitas tanggung jawab yang harus mereka emban ke depan.
BACA JUGA:Cegah Kecelakaan, Pemprov Jabar Bangun Palang Pintu KA, Cirebon dan Indramayu Masuk Daftar Usulan
“Ketika merasa goyah, jangan berpegang pada jabatan, tetapi berpeganglah pada aturan,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Dian menyoroti pentingnya perubahan pola kerja di lingkungan birokrasi. Aparatur sipil negara dituntut untuk lebih cepat, adaptif, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kinerja tidak lagi diukur dari banyaknya program yang dibuat, melainkan dari dampak dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Para pejabat juga didorong untuk terus berinovasi dan meninggalkan pola kerja lama yang tidak lagi relevan. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala dengan indikator yang jelas dan terukur, seperti disiplin, konsistensi, serta capaian konkret di lapangan.
Selain aspek kinerja, Bupati Dian juga menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Seorang pejabat diharapkan mampu menjadi contoh melalui tindakan nyata, bukan hanya sekadar ucapan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

