Daya Motor

Kepala Bakom Soroti Pentingnya Kehati-hatian dalam Menyikapi Informasi di Media Sosial

Kepala Bakom Soroti Pentingnya Kehati-hatian dalam Menyikapi Informasi di Media Sosial

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari-Bakom RI-Radar Cirebon

JAKARTA, RADARCIREBON.COM — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengingatkan bahwa siapa pun, termasuk tokoh masyarakat, dapat terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi, sehingga kehati-hatian dalam menyikapi konten media sosial menjadi semakin penting di era digital saat ini.

Hal itu disampaikan Qodari dalam menyikapi pernyataan Amien Rais soal Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang terkonfirmasi berbasis hoaks. Ia menilai tudingan tersebut Merujuk pada video di media sosial yang tidak terverifikasi dan bersifat manipulatif.

“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai ilmuwan, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” kata Qodari di Jakarta, Sabtu (2/5).

Menurut Qodari, tudingan terhadap Teddy muncul dari interpretasi keliru atas sebuah konten video di media sosial yang berisi lagu berjudul “Aku Bukan Teddy” yang disalahartikan sebagai pernyataan autentik.

BACA JUGA: Kemenag Buka Beasiswa S1 Gratis untuk Ustaz-Ustazah, Daftar Hingga 31 Mei 2026

“Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek (Soeharto),” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa video tersebut tidak dapat dijadikan referensi karena tidak autentik. Penyanyi dalam video itu bukan Titiek Soeharto, sementara gambar yang ditampilkan hanyalah kolase dari berbagai sumber yang tidak berhubungan langsung dengan isi lagu.

Qodari juga mengungkapkan bahwa konten tersebut telah mencantumkan keterangan sebagai materi hiburan, bukan fakta. Ia menilai hal ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi di ruang digital.

Lebih lanjut, ia menyebut kasus ini sebagai contoh nyata bahaya hoaks di era media sosial, termasuk yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, sehingga dapat menggerakkan bahkan tokoh masyarakat sekalipun.

BACA JUGA: 960 Ribu Anak Belum Imunisasi, Program Kemenkes Genjot Zero-Dose di PID 2026

“Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks.Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu pada dasarnya hoaks,” tutupnya.

Qodari mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: