Dahlan Iskan Ungkap Strategi Hadapi Krisis, Pemimpin Wajib Ambil Langkah Tegas
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (ketiga dari kanan), menegaskan bahwa kekuatan manajerial dan leadership adalah faktor utama yang menentukan apakah sebuah perusahaan mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.-Istimewa-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Pengalaman menghadapi krisis menjadi pelajaran penting dalam dunia bisnis dan kepemimpinan.
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menegaskan bahwa kekuatan manajerial dan leadership adalah faktor utama yang menentukan apakah sebuah perusahaan mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
Hal itu disampaikan Dahlan dalam seminar publik bertajuk “Manajemen Krisis Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Global” yang digelar oleh Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, salah satu kesalahan fatal dalam menghadapi krisis adalah ketika organisasi tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam kondisi darurat.
BACA JUGA:Robi Ungkap Kronologi dan Bukti, Dugaan Selingkuh HSG Bergulir di BK DPRD Cirebon
BACA JUGA:Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih, Ini Strategi dan Peluangnya
Dalam situasi seperti ini, pemimpin memiliki peran krusial untuk memberikan sinyal yang jelas kepada seluruh elemen perusahaan.
“Kalau karyawan tidak merasa sedang krisis, maka pemimpin harus memberi tanda. Salah satunya dengan melakukan efisiensi, termasuk memangkas divisi yang tidak relevan,” ujarnya.
Kepemimpinan Tegas Jadi Kunci Bertahan
Dahlan mengungkapkan, saat krisis ekonomi 1998 melanda Indonesia, ia mengambil langkah ekstrem dengan mengontrol pengeluaran hingga ke level individu karyawan.
BACA JUGA:Spesifikasi dan Harga Overo Star 3 Lit, Motor Listrik Stylish dengan Performa Tangguh
BACA JUGA:Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkot Cirebon Diharapkan Menjadi Optimal Dalam Pelayanan Publik
Ia bahkan meminta pegawai untuk menahan diri dari belanja yang tidak penting.
Langkah tersebut, menurutnya, bukan sekadar penghematan, melainkan strategi komunikasi krisis agar seluruh organisasi memiliki kesadaran kolektif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

