Isu Keretakan Edo–Farida, Ibas Singgung Dominasi Sepihak
Sekretaris DPC PKB Kota Cirebon, Ide Bagus Arief Setiawan alias Ibas.-Abdullah-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Isu keretakan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon semakin mengemuka dan memantik perhatian publik.
Hubungan antara Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati disebut mengalami ketegangan.
Terutama terkait minimnya pelibatan wakil kepala daerah dalam pengambilan kebijakan strategis.
Situasi ini tidak hanya menjadi perbincangan politik lokal, tetapi juga dinilai sebagai cerminan tantangan dalam tata kelola pemerintahan daerah yang ideal.
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Sumur Pertamina di Losarang Indramayu Kebakaran
BACA JUGA:JP Tenaga Medis di RSD Gunung Jati Turun akibat Penurunan Jumlah Pasien
Sejumlah pihak mulai angkat bicara, menyoroti pentingnya sinergi kepemimpinan serta transparansi dalam pengelolaan birokrasi.
Sekretaris DPC PKB Kota Cirebon, Ide Bagus Arief Setiawan atau Ibas, menilai dinamika tersebut harus dipandang secara objektif dalam kerangka etika politik dan prinsip good governance.
Menurutnya, posisi wakil wali kota bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan memiliki legitimasi politik yang setara.
Ibas menegaskan bahwa pelibatan wakil wali kota dalam kebijakan strategis, termasuk rotasi dan mutasi pejabat, merupakan bagian dari prinsip kolektif-kolegial.
BACA JUGA:Munardi Ungkap Detik-detik Penemuan Jasad Anak Hanyut di Cirebon
BACA JUGA:Review HP Murah Samsung Mei 2026: Harga Mulai 1 Jutaan, Spek Makin Gahar
Ia menilai keluhan yang disampaikan Siti Farida bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan sinyal penting adanya potensi disfungsi koordinasi di level pimpinan.
“Ini bukan soal personal, tapi alarm bagi tata kelola pemerintahan agar lebih sehat dan terstruktur,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

