Bocah Hanyut di Sungai Kriyan Ditemukan, Pencarian Diwarnai Ritual Adzan Pitu
Proses pencarian bocah hanyut di Sungai Kriyan, Kota Cirebon dengan cara unik.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Proses pencarian Afandi Akbar (11), bocah yang hanyut di Sungai Kriyan, Kota CIREBON, diwarnai hal unik.
Selain upaya teknis melalui operasi Search and Rescue (SAR), warga juga melakukan ikhtiar non-medis dengan menggelar ritual kearifan lokal.
Tim SAR gabungan sebelumnya melakukan penyisiran intensif menggunakan perahu karet, mulai dari hulu di wilayah Kampung Mandalangan hingga ke hilir di kawasan muara Sungai Kriyan.
BACA JUGA:Munardi Ungkap Detik-detik Penemuan Jasad Anak Hanyut di Cirebon
Pencarian dilakukan menyusuri aliran sungai dengan harapan korban segera ditemukan.
Di tengah upaya tersebut, sejumlah tokoh spiritual turut terlibat membantu proses pencarian.
Berbagai metode dilakukan, mulai dari mengumandangkan Adzan Pitu (adzan tujuh orang) hingga ritual tradisional lainnya.
Salah satu yang terlibat adalah tim spiritual dari Laskar Agung Macan Ali Nusantara Cirebon.
Mereka melakukan ritual di kawasan Sungai Kriyan, tepatnya di wilayah Kesunean, bahkan hingga malam hari di tengah hujan.
BACA JUGA:Anak Hanyut Ditemukan di Pantai Cirebon, Pencarian 3 Hari Berakhir
Tak lama setelah ritual tersebut dilakukan, jenazah korban akhirnya ditemukan di muara Sungai Kriyan dalam kondisi tersangkut di antara tumpukan sampah.
Saat dimintai keterangan terkait kegiatan spiritual tersebut, Prabu Diaz enggan menjelaskan secara rinci.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses tetap dikembalikan kepada kehendak Tuhan.
“Kita hanya membantu proses pencarian saja. Semuanya kami serahkan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

