Kemenkop Genjot Pertambangan Berbasis Koperasi di NTB, Ini Dia Targetnya
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus.-Humas Kemenkop-
RADARCIREBON.COM – Pemerintah terus memperkuat peran koperasi dalam pengelolaan sumber daya alam nasional.
Salah satu langkah terbaru dilakukan Kementerian Koperasi (Kemenkop) melalui sosialisasi pengembangan usaha pertambangan berbasis koperasi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis 7 Mei 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong lahirnya koperasi tambang modern yang mampu mengelola usaha pertambangan secara legal, profesional, dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus, mengatakan NTB memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nasional dalam tata kelola tambang rakyat berbasis koperasi.
BACA JUGA:Pesan Wamenkop Farida soal Pengelolaan Koperasi, Jangan Hanya Untung Sesaat
BACA JUGA:Menkop Buka Kick-Off Program Mba Maya 2026, Dorong UMKM Syariah Naik Kelas
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong transformasi koperasi agar mampu menjadi pelaku usaha pertambangan yang modern dan berdaya saing,” ujar Panel dalam sambutannya.
Menurutnya, konsep pertambangan berbasis koperasi di NTB diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan tambang yang lebih tertata sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.
NTB Dinilai Memiliki Potensi Tambang Sangat Besar
Nusa Tenggara Barat selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan cadangan mineral dan batu bara terbesar di Indonesia.
BACA JUGA:Tak Hanya KDKMP, Kemenkop Perkuat Koperasi Lama dengan Pembiayaan Murah
BACA JUGA:Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih, Ini Strategi dan Peluangnya
Potensi tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis seperti Sumbawa Barat, Dompu, Bima hingga Lombok Barat.
Komoditas tambang yang dimiliki NTB pun cukup beragam. Selain emas dan tembaga yang menjadi andalan, daerah ini juga memiliki potensi mangan, pasir besi, batuan, hingga berbagai komoditas tambang rakyat lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

