Daya Motor

Pemkot Cirebon Matangkan Persiapan Milangkala Tatar Sunda 2026

Pemkot Cirebon Matangkan Persiapan Milangkala Tatar Sunda 2026

Rombongan Panitia Milangkala Tatar Sunda menelusuri rute kirab budaya, Kamis (7/5/2026).-Cecep Nacepi-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pemerintah Kota Cirebon  mematangkan persiapan pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda Tahun 2026 yang akan digelar pada Minggu malam, 10 Mei 2026.

Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Supandi bersama Walikota Cirebon Effendi Edo, dan Sekda Iing Daiman melakukan rapat bersama di kantor Setda Kota Cirebon, Kamis (7/5/2026).

Rapat tersebut membahas berbagai kesiapan teknis pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertema “Nyuhun Buhun, Nata Nagara”, mulai dari penentuan titik start, pengamanan, penataan kawasan, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung.

Tidak hanya itu, setelah rapat kegiatan dilanjutkan dengan survei lapangan di sejumlah titik rute Kirab Budaya, Pelabuhan. Rombongan Panitia kemudian jalan kaki menelusuri rute yang akan dilalui, dari Pelabuhan hingga Alun-alun Kasepuhan.

BACA JUGA:Touring Jarak Jauh Lebih Siap, Maksimalkan Servis di Bengkel Resmi Yamaha

Walikota Cirebon, Effendi Edo mengatakan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertata dengan baik. Peninjauan lapangan dilakukan guna memastikan berbagai kebutuhan teknis dapat segera dibenahi sebelum hari pelaksanaan.

“Alhamdulillah pembahasan berjalan lancar dan hari ini langsung kita lanjutkan dengan meninjau lapangan bersama tim panitia. Mudah-mudahan setelah melihat langsung kondisi di lapangan, apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki masih ada waktu untuk kita benahi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyepakati kawasan depan BAT sebagai titik start kirab budaya karena dinilai paling representatif dan mendukung kelancaran acara. Pemerintah Kota Cirebon juga akan melakukan penataan di sepanjang rute kirab, termasuk membersihkan vandalisme pada pintu toko dan tembok yang dilalui peserta kirab.

“Beberapa coretan vandalisme nanti akan kita tertibkan. Pemerintah Kota akan mengeluarkan surat edaran melalui Pak Sekda agar pemilik toko dapat mengecat kembali bagian yang terkena coretan. Sebagian juga akan dibantu oleh Provinsi. Selain itu, ada beberapa titik jalan berlubang yang juga akan dibantu penanganannya,” katanya.

BACA JUGA:Kemenkop Genjot Pertambangan Berbasis Koperasi di NTB, Ini Dia Targetnya

Menurut Effendi, rute kirab yang melintasi kawasan satu arah diharapkan tidak terlalu mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat. Penutupan jalan akan dilakukan secara situasional selama rangkaian acara berlangsung.

“Karena sebagian besar ruas jalan yang dilalui sudah satu arah, insyaallah tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Penutupan dilakukan sementara dan tetap mempertimbangkan kelancaran aktivitas masyarakat,” ungkapnya.

Dalam aspek pengamanan, Pemerintah Kota Cirebon akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, unsur Keraton, komunitas Macan Ali, Satpol PP, dan berbagai pihak lainnya. Penataan pedagang kaki lima serta atribut liar di sepanjang jalur kirab juga akan dilakukan demi menjaga estetika kawasan budaya.

“Ada beberapa ruas jalan yang PKL-nya akan ditertibkan sementara untuk satu malam saja. Spanduk dan banner yang sudah tidak layak juga akan kita rapikan agar kawasan terlihat lebih bersih dan tertata,” tambahnya.

BACA JUGA:Persija vs Persib: Dijauhkan dari Rumah, Macan Kemayoran Tak Gentar, Ini Komentar Bek Andalan dan Pelatih

Sementara itu, Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Supandi mengatakan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol kebersamaan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong penataan dan revitalisasi kawasan bersejarah di Kota Cirebon.

“Kegiatan ini bukan hanya kirab budaya, tetapi ada keterikatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Apa yang belum maksimal dilakukan daerah nantinya bisa didukung oleh Provinsi. Kami berharap pasca kegiatan ini akan ada beberapa revitalisasi di Kota Cirebon, termasuk kawasan Kota Tua,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: