Sebulan Tak Melaut, Nelayan Kejawanan Cirebon Menjerit Akibat Solar Langka
(atas) Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron. (bawah) Ratusan kapal nelayan menumpuk di Pelabuhan Kejawanan Cirebon akkbat krisis BBM, Jumat (17/4/2026).-Dedi Hariyadi-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Aktivitas nelayan di Pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon, mengalami kelumpuhan satu bulan terakhir akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar industri dan solar subsidi.
Kondisi ini membuat ratusan kapal nelayan terpaksa bersandar tanpa aktivitas dan ribuan Anak Buah Kapal (ABK) kehilangan sumber penghasilan harian mereka.
Situasi tersebut menjadi pukulan berat bagi nelayan pesisir Pantura yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil melaut.
Tumpukan kapal berukuran besar tampak memenuhi area Pelabuhan Perikanan Kejawanan karena tidak mampu beroperasi akibat minimnya pasokan BBM.
BACA JUGA:Program MBG Dorong Produksi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
BACA JUGA:278 Jamaah Haji Kota Cirebon Siap Berangkat, Koper Dikirim ke Embarkasi Indramayu
Kelangkaan BBM yang terjadi kali ini disebut sebagai kondisi terburuk dalam dua tahun terakhir.
Jika sebelumnya distribusi solar hanya tersendat dalam hitungan hari, kini kekosongan stok berlangsung hingga lebih dari sebulan dan belum menunjukkan tanda-tanda normal.
Kapal-kapal nelayan lintas pulau dengan kapasitas di atas 30 gross ton (GT) menjadi yang paling terdampak.
Dalam sekali pelayaran, kapal jenis tersebut membutuhkan pasokan bahan bakar hingga 24 kiloliter atau sekitar 24 ribu liter solar.
BACA JUGA:8 Tanaman Hias Depan Rumah yang Tahan Panas, Bikin Halaman Makin Asri
BACA JUGA:Kuasa Hukum Karyawan Bantah Dugaan Penggelapan, Tuntut Hak Pekerja Hotel Apita
Namun kebutuhan besar itu tidak dapat dipenuhi karena distribusi BBM industri sangat terbatas.
Akibatnya, aktivitas nelayan di Pelabuhan Kejawanan Cirebon lumpuh dan roda ekonomi masyarakat pesisir ikut tersendat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

