Daya Motor

Jelang Persija vs Persib, Polresta Cirebon Larang Nobar dan Konvoi Pendukung

Jelang Persija vs Persib, Polresta Cirebon Larang Nobar dan Konvoi Pendukung

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM– Atmosfer panas jelang duel klasik Persija Jakarta kontra Persib Bandung mulai terasa di wilayah Cirebon.

Setelah Polres Cirebon Kota mengambil langkah tegas, kini Polresta Cirebon juga resmi melarang segala bentuk nonton bareng (nobar) hingga konvoi suporter demi mencegah potensi bentrokan antarkelompok pendukung.

Larangan tersebut diberlakukan menyusul tingginya tensi rivalitas antara Jakmania dan Bobotoh/Viking yang kerap memicu kerawanan keamanan saat kedua tim bertemu.

BACA JUGA:Nobar Persija vs Persib di Cirebon Dilarang, Simak Nih Penjelasan Kapolres Ciko

BACA JUGA:Analisis Persija vs Persib: Adu Tajam Lini Depan Macan Kemayoran vs Mental Juara Maung Bandung

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap kegiatan nobar di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Polresta Cirebon melarang nobar. Jika nekat kita bubarkan,” tegas Imara saat diwawancarai melalui pesan singkat, Jumat 8 Mei 2026.

Tak hanya membatasi kegiatan nobar, Kombes Pol Imara menyebutkan, aparat kepolisian Polresta Cirebon hingga jajaran Polsek juga mulai memetakan sejumlah titik rawan yang berpotensi dijadikan jalur konvoi suporter usai pertandingan berlangsung.

"Personel kepolisian di wilayah hukum Polresta Cirebon dipastikan akan disiagakan penuh di berbagai titik strategis untuk mengantisipasi gangguan keamanan (Antisipasi adanya konvoi), kita stanby semua siaga di titik-titik jalur,” sebutnya. 

BACA JUGA:Persija vs Persib: Dijauhkan dari Rumah, Macan Kemayoran Tak Gentar, Ini Komentar Bek Andalan dan Pelatih

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar nobar di ruang publik maupun kafe. 

"Warga diminta menyaksikan pertandingan dari rumah masing-masing guna meminimalisir potensi kerumunan yang berisiko memicu konflik," pungkasnya. (rdh)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait