Daya Motor

Polemik Walikota Cirebon dan Wakilnya Memanas, Herawan Effendi Angkat Bicara

Polemik Walikota Cirebon dan Wakilnya  Memanas, Herawan Effendi Angkat Bicara

Pemerhati Pemerintahan di Kota Cirebon, Herawan Effendi. -Abdullah -RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Polemik hubungan antara Walikota Cirebon Effendi Edo dan Wakil Walikota Siti Farida Rosmawati terus menjadi perhatian publik.

Perseteruan yang mencuat ke ruang publik terkait pengambilan kebijakan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat maupun pengamat pemerintahan.

Salah satu sorotan datang dari Pemerhati Pemerintahan, Herawan Effendi. Ia mengaku prihatin atas mencuatnya isu komunikasi yang dinilai tidak harmonis di internal kepemimpinan Kota Cirebon.

BACA JUGA:KNPI Kota Cirebon Soroti Hubungan Walikota dan Wakil Walikota, Hentikan Disharmoni, Saatnya Kolaborasi

Menurut Herawan, perbedaan pernyataan yang disampaikan secara terbuka antara Walikota dan Wakil Walikota  menunjukkan adanya persoalan serius dalam pola komunikasi pemerintahan.

Herawan menanggapi pengakuan Wakil Walikota Siti Farida Rosmawati yang merasa tidak pernah dilibatkan dalam sejumlah pengambilan keputusan strategis, termasuk terkait mutasi, rotasi, dan promosi jabatan di lingkungan birokrasi Pemkot Cirebon.

Ia menilai, jika benar Wakil Walikota baru menerima undangan pelantikan pejabat pada malam sebelum acara berlangsung, maka kondisi tersebut mencerminkan komunikasi pemerintahan yang kurang sehat.

“Saya membaca pemberitaan di media massa bahwa undangan baru diterima malam sebelum pelantikan."

"Kalau memang itu benar, tentu komunikasi di internal pemerintahan sangat disayangkan,” ujar Herawan Effendi, Jumat 8 Mei 2026.

Menurutnya, dalam tata kelola pemerintahan daerah, hubungan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah seharusnya berjalan harmonis dan saling terkoordinasi.

Komunikasi bukan hanya dilakukan secara formal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan.

BACA JUGA:Wakil Walikota Cirebon Tak Dilibatkan, PKB Minta Effendi Edo Introspeksi

Herawan menjelaskan, agenda strategis seperti mutasi maupun rotasi jabatan semestinya dibahas bersama.

Bahkan, menurutnya, sekadar penyampaian undangan secara mendadak saja sudah menunjukkan adanya persoalan komunikasi yang tidak baik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: