Daya Motor

Kebakaran Pabrik Tahu di Palimanan Cirebon, Api Diduga Berasal dari Bara Kayu Bakar

Kebakaran Pabrik Tahu di Palimanan Cirebon, Api Diduga Berasal dari Bara Kayu Bakar

Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api yang membakar di Blok Karang Tengah, RT 004/RW 006, Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin 11 Mei 2026 sore. -DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Kebakaran melanda sebuah home industri pabrik tahu di Blok Karang Tengah, RT 004/RW 006, Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin 11 Mei 2026 sore. 

Peristiwa tersebut diduga dipicu bara api sisa pembakaran kayu yang belum sepenuhnya padam setelah proses produksi tahu selesai dilakukan.

Kepala Bidang Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima petugas Damkar Sektor Palimanan sekitar pukul 16.26 WIB.

BACA JUGA:Kecelakaan Beruntun di Sumber Cirebon, Dump Truck Hantam Tiga Sepeda Motor

Tak lama setelah menerima laporan dari pemilik usaha, Ahmad Marzuki, Regu 1 Damkar Sektor Palimanan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. 

Petugas berangkat pukul 16.28 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.37 WIB. Saat petugas tiba, kobaran api diketahui sudah berhasil dipadamkan warga sekitar menggunakan alat seadanya. 

Meski demikian, masih terlihat bara api dan kepulan asap di beberapa bagian bangunan semi permanen yang terbakar.

“Petugas kemudian melakukan proses pendinginan dengan menggelar selang ke seluruh area yang masih terdapat bara api agar tidak kembali menyala,” ujar Eno Sujana kepada wartawan.

Berdasarkan keterangan pemilik usaha, api tiba-tiba membesar dari area tumpukan kayu bakar yang digunakan untuk proses memasak kacang kedelai. 

Saat kejadian, aktivitas produksi tahu sudah selesai dilakukan sehingga lokasi dalam keadaan kosong.

BACA JUGA:Dapur Rumah di Waled Cirebon Terbakar, Diduga Dipicu Pembakaran Sekam

Diduga, bara api sisa pembakaran kayu tertiup angin dan jatuh ke tumpukan stok kayu bakar lainnya. 

Kondisi kayu yang banyak mengandung residu minyak membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan semi permanen berbahan kayu.

Petugas Damkar bersama Babinsa dan pemilik usaha kemudian melakukan pengecekan ulang ke seluruh area untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang dapat memicu kebakaran susulan. Proses penanganan selesai sekitar pukul 16.59 WIB.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait