Pasar Palimanan Tak Seramai Dulu, Komisi II DPRD Cirebon Siap Sidak
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon Aan Setiawan SSi memastikan, komisinya akan melakukan sidak di Pasar Palimanan, kemarin.-Samsul Huda-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM -Kondisi Pasar Palimanan tidak sehat. Pasarnya tak seramai dulu. Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor retribusi pun anjlok.
Kondisi itu menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon. Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan SSi memastikan, pihaknya akan segera melakukan sidak ke lokasi pasar untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
Menurutnya, kondisi Pasar Palimanan saat ini cukup memprihatinkan. Meski belum genap setahun direvitalisasi, sebagian besar kios di dalam pasar justru kosong dan aktivitas jual beli tidak seramai sebelumnya.
“Pasar yang sudah direvitalisasi seharusnya lebih hidup dan nyaman untuk pedagang maupun pembeli. Tapi kenyataannya malah sepi,” ujar Aan kepada Radar Cirebon, Senin (11/5).
BACA JUGA:Surat Edaran Menteri tentang Guru Honorer PHK atau Tidak, Simak Penjelasan Disdik Cirebon
Menurutnya, pasar yang dibangun melalui bantuan anggaran APBD Provinsi Jawa Barat itu kini disebut hanya ditempati sekitar 20 pedagang. Sebagian besar kios di dalam pasar masih kosong dan aktivitas jual beli terpantau sepi.
Politisi PDIP itu juga mengaku baru mengetahui persoalan tersebut dari laporan media. Ia pun terkejut setelah mendapat informasi bahwa pendapatan retribusi pasar mengalami penurunan hingga hampir 50 persen.
“Kalau retribusinya sampai turun drastis, berarti ada persoalan serius yang harus segera dievaluasi,” katanya.
Komisi II, lanjut Aan, akan memanggil Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon guna meminta penjelasan terkait kondisi pasar yang dinilai tidak sehat tersebut.
Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk mengetahui penyebab rendahnya minat masyarakat berbelanja di pasar baru.
“Pasar darurat harus segera dibongkar supaya pedagang kembali masuk ke dalam pasar. Sekarang kios yang kosong jumlahnya sangat banyak,” tegasnya.
Ia juga meminta desain dan pola penempatan pedagang di dalam pasar dikaji ulang. Salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan adalah lokasi area jual beli di lantai dua yang dianggap kurang efektif menarik pembeli.
Sebelumnya, Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon, Teguh Mulyono didampingi Analis Perdagangan, Nur Urip Wijaya mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan pasar tradisional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

