Daya Motor

Sumpah Dokter ke 30, FK UGJ Sudah Punya 860 Lulusan Dokter

Sumpah Dokter ke 30, FK UGJ Sudah Punya 860 Lulusan Dokter

SUMPAH DOKTER. Dekan FK UGJ menyerahkan ijasah kepada mahasiswa yang telah diambil sumpah sebagai dokter diacara sumpah dokter ke 30, Selasa (12/6/2026) di Kampus Gedung B FK UGJ Cirebon. Sumpah Dokter ke 30 ini FK UGJ Sudah Punya 860 Lulusan Dokter.-Abdullah-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati )FK UGJ) Cirebon kembali menggelar sumpah dokter, Selasa (12/6/2026).

Kali ini sumpah dokter ke-30  dengan diikuti 20 orang mahasiswa yang resmi menyandang gelar sebagai dokter di Gedung B FK UGJ Cirebon.  

Dekan FK UGJ Cirebon, Dr dr H Catur Setiya Sulistiana MMed Ed MMARS mengatakan, Sumpah dokter ke 30 ini diikuti oleh 20 lulusan dokter baru yang lulus UKMMPD Periode Februari 2026,  dan Alhamdulillah sampai bulan Mei 2026  Jumlah dokter lulusan FK UGJ sudah berjumlah  860 dokter  diusianya yang 17 tahun.

Hari ini, kata Dekan FK,  bukan hanya seremoni akademik, Tetapi juga peristiwa bersejarah, Yang menandai lahirnya generasi dokter baru, dokter lulusan FK UGJ tercinta Yang siap mengabdi untuk masyarakat Cirebon, Jawa Barat, dan Indonesia.

BACA JUGA:John Herdman Tancap Gas, TC Timnas Indonesia: Kombinasi Pemain, Bangun Identitas

Fakultas Kedokteran UGJ terus berkomitmen menjadi pusat pendidikan kedokteran unggulan di wilayah Ciayumajakuning , Jawa Barat dan nasional

“Alhamdulillah, FK UGJ telah meraih Akreditasi Unggul selama 5 tahun, ini Adalah merupakan prestasi yang sangat luar biasa bagi FK UGJ dan juga merupakan  bukti nyata bahwa mutu akademik dan tata Kelola FK UGJ sudah sangat baik di Indonesia,” ujarnya.

Catur menyampaikan terima kasih atas arahan dari Ketua yayasan dan Rektor UGJ, FK UGJ saat ini sedang dalam Upaya untuk mengembangkan Program student exchange dan lecture exchange bekerjasama dengan PT Mitra diluar negeri  Poitiers University, Mahidol University, Radboud University  dan Masstrich University  baik dengan menggunakan Program Erasmus Plus For Mobility maupuan anggaran dari FK.

Tujuannya  agar mahasiswa dan dosen memiliki kemampuan dan kompetensi serta wawasan Internasonal di bidang kedokteran terutama Genomik dan bidang Biomedis.

BACA JUGA:Pria Tewas Diduga Gantung Diri di Cirebon, Warga Kesambi Geger

Dalam 1 tahun ini, kata Catur,  kami telah menerima secara rutin student exchange mhs dari Radboud University  Belanda yang belajar terkait Tropical Disesase selama 3 bulan di FK UGJ, RSUD Waled dan Puskesmas di Kabupaten Cirebon dan Alhamdulillah hasil Evaluasi dari Prof Renold selaku perwakilan Radboud University, mahasiswanya sangat senang dan banyak mendapatkan pengalaman  selama berada di Cirebon.

Kerja sama nasional dan internasional terkait bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pengabdian masyarakat berbasis kearifan local serta berjejaring global dan ini dibuktikan dengan keikutsertaan secara maksimal mahasiswa FK dan Dosen FK UGJ dalam kegiatan KKN dan Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia, dengan mengikutsertakan 13 mahasiswa sem 7 dan 4 dosen FK UGJ “Ini semua adalah ikhtiar kami agar FK UGJ menjadi kebanggaan masyarakat Cirebon dan Indonesia,” tandasnya.

Dunia kedokteran, kata Catur,  berkembang begitu cepat. Teknologi kesehatan berubah, ilmu pengetahuan terus bertambah, tantangan penyakit semakin kompleks, dan masyarakat semakin kritis. Karena itu, seorang dokter tidak boleh berhenti belajar. Seorang dokter harus memiliki semangat life long learning  belajar sepanjang hayat.

kepada para dokter baru Catur berpesan,  Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini. Karena sesungguhnya dokter yang hebat bukanlah dokter yang merasa paling pintar, tetapi dokter yang terus mau belajar, terus rendah hati, dan terus memperbaiki diri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: