Mahkota Binokasih Rusak Gara-gara Kirab? Simak Nih Klarifikasi Resmi Keraton Sumedang
Radya Anom Keraton Sumedang Larang, R Lucky Soemawilaga.-@humas_jabar-Instagram
RADARCIREBON.COM – Isu mengenai Mahkota Binokasih rusak tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial hingga pemberitaan online.
Narasi tersebut memicu kegaduhan publik, terutama di kalangan masyarakat Sunda yang menganggap pusaka tersebut sebagai simbol penting warisan budaya.
Namun, fakta terbaru justru membantah kabar tersebut.
Pihak Keraton Sumedang Larang memastikan bahwa informasi yang menyebut Mahkota Binokasih mengalami kerusakan adalah tidak benar alias hoaks.
BACA JUGA:Kirab Mahkota Binokasih Teguhkan Cirebon sebagai Kota Budaya dan Pluralisme
BACA JUGA:Mahkota 8 Kg Emas dari Sumedang, Jejak Kejayaan Sunda yang Bikin Fadli Zon Tercengang
Kondisi mahkota pusaka tersebut dipastikan masih utuh dan tidak mengalami kerusakan pada bagian utamanya.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Radya Anom Keraton Sumedang Larang, R Lucky Soemawilaga.
Ia menjelaskan bahwa Mahkota Binokasih memang tersusun dari berbagai elemen yang dirangkai secara detail, bukan merupakan benda yang dicetak dalam satu kesatuan utuh.
Menurutnya, saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan adanya pengikat lama berupa benang biasa yang sudah rapuh. Kondisi tersebut wajar terjadi karena faktor usia.
BACA JUGA:2 Abad Sebelum Pajajaran Runtuh, Misteri Empu Pembuat Mahkota Binokasih yang Mengubah Sejarah Sunda
“Pengikat lama itu memang sudah rapuh, sehingga perlu diganti demi menjaga keamanan serta estetika mahkota,” ujar Lucky dalam keterangannya.
Ia menegaskan, penggantian tali pengikat merupakan bagian dari proses perawatan rutin dan pelestarian benda pusaka, bukan karena adanya kerusakan pada mahkota tersebut.
“Seluruh bagian utama mahkota tetap utuh, aman, dan tidak mengalami kerusakan sedikit pun,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

