Teman SD Kenang Sosok Marsinah: Rajin Sekolah dan Sering Bantu Nenek
Teman SD Kenang Sosok Marsinah: Rajin Sekolah dan Sering Bantu Nenek-Bakom RI-Radar Cirebon
NGANJUK, RADARCIREBON.COM — Sudarmi, teman SD Marsinah, mengenang tokoh buruh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional ini sebagai anak yang rajin sekolah dan senang membantu neneknya sejak kecil. Kenangan itu ia sampaikan usai peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
“Anaknya tuh rajin. Sekolah bareng, itu ya kalau sekolah kan rajin, anaknya ya seneng,” kenang Sudarmi.
Sudarmi juga mengingat Marsinah yang kerap membantu neneknya sepulang sekolah. “Bantu neneknya, terus pulang sekolah,” lanjut dia.
Sudarmi mengaku senang dan terharu perjuangan sahabat masa kecilnya kini dikenang melalui sebuah museum yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo.
BACA JUGA: Mahkota Binokasih dan Prasasti Batutulis Dikaji Akademik, Dedi Mulyadi: Ubah Perspektif Mistis
“Ya seneng bangetlah bisa kayak gini,” ujarnya.
Menurut Sudarmi, kehadiran Prabowo di Nganjuk menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi warga.
Tak lupa, Sudarmi pun ikut mendoakan Prabowo agar selalu sehat selalu, banyak rezeki dan semakin jaya memimpin bangsa Indonesia.
“Semoga Pak Presiden sehat selalu banyak rezeki, semoga makin jaya Pak Presiden,” ujar dia.
Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi. Museum ini terdiri atas dua bangunan utama, yaitu gedung museum dan rumah singgah.
BACA JUGA: Milangkala Tatar Sunda 2026 Berakhir di Bandung, Mahkota Binokasih Asli Diarak Malam Ini
Di museum ini, sejumlah koleksi pribadi Marsinah terpajang mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam yang dianugerahi berbagai organisasi buruh. Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.
Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan kenangan. Rumah singgah yang ada di kompleks yang sama disiapkan sebagai tempat istirahat gratis bagi para buruh yang datang berziarah ke Makam Marsinah setiap peringatan Hari Buruh, 1 Mei.
Dengan empat kamar tidur, dapur, dan ruang tamu, fasilitas ini mencerminkan semangat solidaritas yang selama ini menjadi roh perjuangan buruh Indonesia. Museum Marsinah pun dirancang bukan hanya sebagai ruang pamer, melainkan sebagai pusat edukasi dan titik temu bagi gerakan buruh dari seluruh penjuru negeri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

