Juleha Cirebon Raya Gelar Workshop Manajemen Qurban
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Cirebon bersinergi dengan Juleha Cirebon Raya menyelenggarakan kegiatan Workshop Manajemen Qurban pada Minggu (17/5/2026).-Abdullah-Radar cirebon
CIREBON, RADAR CIREBON. COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon bersinergi dengan Juleha Cirebon Raya menyelenggarakan kegiatan Workshop Manajemen Qurban pada Minggu (17/5/2026).
Acara yang mengusung tema edukasi penyembelihan yang aman dan syar'i ini dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).
Ketua DPD Juleha Kabupaten Cirebon, Maman Faturahman, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk kolaborasi nyata untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta para juru sembelih mengenai tata kelola qurban yang baik.
"Kegiatan hari ini merupakan acara kerja sama antara Juleha Kota Cirebon dengan Juleha Kabupaten Cirebon," ujar Maman saat ditemui di lokasi acara, Minggu (17/5/2026).
BACA JUGA:Jalan Menuju Hattrick Juara: PSM vs Persib, Maung Bandung Menang Dramatis
Melalui Workshop ini, kata Maman, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan mendalam mengenai manajemen qurban, mulai dari kesiapan teknis hingga proses penyembelihan yang memenuhi aspek higienis serta kesesuaian dengan syariat Islam menjelang perayaan Idul Adha.
Lebih jauh Maman menjelaskan bahwa latar belakang diadakannya workshop ini didasari oleh pengamatan di lapangan terkait praktik pelaksanaan qurban. Selama ini, dinilai masih banyak proses penyembelihan di tengah masyarakat yang kurang memenuhi standar dan belum sepenuhnya sesuai dengan syariat Islam.
Maka dari itu, Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami tata cara penyembelihan qurban yang sah dan higienis.
"Workshop ini merupakan agenda rutin tahunan yang kami laksanakan setiap kali menjelang Idul Adha," ujarnya
Maman juga menyampaikan Sebagian besar peserta Workshop yang hadir merupakan perwakilan dari pengurus masjid-masjid di wilayah Cirebon, ditambah dengan peserta dari kalangan umum serta mahasiswa. Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Cirebon, namun antusiasme juga datang dari luar daerah. Sekitar 40 persen peserta tercatat berasal dari luar Kabupaten Cirebon, seperti Surabaya, Bandung, Bekasi, dan beberapa daerah lainnya.
BACA JUGA:2 Remaja Korban Serempet Colt Bak di Cirebon, Pelaku Kabur Tinggalkan Luka
Dengan adanya pelatihan ini, pihaknya berharap para panitia qurban di tingkat masjid maupun masyarakat umum dapat menerapkan manajemen qurban yang lebih baik, transparan, dan sesuai dengan tuntunan agama yang berlaku.
Pihaknya menerangkan, bahwa workshop ini dilatarbelakangan oleh masih banyaknya ketidaktahuan di tengah masyarakat mengenai batas aman dan urat-urat pada leher hewan yang wajib terputus saat penyembelihan agar sah secara syariat.
"Kadang di masyarakat kita tidak tahu batas penyembelihan yang sesuai dengan syariat itu seperti apa, urat apa saja yang harus dipotong. Melalui workshop ini, kami ingin mengedukasi agar masyarakat paham," tandasnya.
Tidak hanya membekali peserta dengan materi teori, workshop ini juga memadukannya langsung dengan sesi praktik lapangan. Panitia menyiapkan empat ekor kambing untuk praktik penyembelihan langsung. Selain itu, para peserta juga akan diajarkan teknik merebahkan (merobohkan) sapi dengan metode yang aman, minim stres bagi hewan, serta memenuhi standar syar'i.
BACA JUGA:Resmi Dibuka! Ini Cara Pre-Order MacBook Neo dan Bocoran Harganya di Indonesia
"Untuk praktiknya nanti ada penyembelihan empat ekor kambing, dan praktik merobohkan sapi. Sapi hanya dirobohkan secara syar'i dan standar kita, tidak sampai dipotong," bebernya.
Workshop ini juga menghadirkan pemateri berkompeten di bidangnya, yaitu Ustaz Yusuf Ash Shiddiq yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Juru Sembelih Halal (Juleha) Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para panitia qurban dan masyarakat umum dapat melaksanakan ibadah qurban secara lebih profesional, higienis, dan sesuai tuntunan agama. (Abd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

