Daya Motor

Operasi Katarak Gratis di RS Sumber Hurip Cirebon Diikuti 120 Warga

Operasi Katarak Gratis di RS Sumber Hurip Cirebon Diikuti 120 Warga

Rumah Sakit Sumber Hurip bersama Dinkes Kabupaten Cirebon menggelar operasi katarak gratis, kemarin. Kegiatan ini membantu mengurangi antrean pasien katarak.-Khoirul Anwarudin-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM -Sebanyak 120 warga mengikuti bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar di RS Sumber Hurip, Kamis (21/5).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian milad ke-14 RS Sumber Hurip yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Perdami Jawa Barat, RS Mata Cicendo, Rotary Club Bandung, dan Yayasan Setia Bakti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes mengatakan, angka gangguan penglihatan akibat katarak di Kabupaten Cirebon masih cukup tinggi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan mata terhadap sekitar 290 ribu warga, sebanyak 3.000 orang diketahui membutuhkan operasi katarak.

BACA JUGA:Akselerasikan Karier Perbankan Anda Melalui BRILiaN Banking Associate Program (BBAP) BRI Region 09 Bandung

“Yang sudah dilakukan operasi sekitar 1.000 orang, sehingga masih ada kurang lebih 2.000 orang yang masih membutuhkan penanganan,” ungkap Eni.

Menurutnya, kegiatan operasi katarak gratis sangat membantu pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Saat ini, anggaran yang tersedia hanya mampu membiayai operasi sekitar 25 mata. “Karena satu orang bisa membutuhkan operasi pada dua mata, tentu kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan operasi katarak,” katanya.

Direktur RS Sumber Hurip, dr Ati Setyowati menjelaskan, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani proses skrining untuk menentukan kelayakan operasi.

BACA JUGA:Cicilan KUR BNI 2026 Rp100-Rp500 Juta Tenor 1-5 Tahun: Tabel Angsuran, Bunga Rendah

“Target operasi sebenarnya sekitar 80 sampai 100 pasien. Namun pendaftaran dibuka lebih banyak karena biasanya ada peserta yang tidak lolos skrining atau memiliki penyakit tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan operasi,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas penglihatan masyarakat, khususnya pasien yang belum memiliki BPJS atau masih terkendala antrean panjang layanan operasi katarak.

“Kami berharap peserta yang dapat menjalani operasi bisa semaksimal mungkin sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya. (awr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait