Angkot Cirebon Masih Bertahan, Sopir Keluhkan Sepinya Penumpang
MASIH ADA PENUMPANG: Meski jumlah penumpang terus menurun, angkot tetap menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan masyarakat karena tarifnya relatif terjangkau.-Cecep Nacepi-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Di tengah pesatnya perkembangan transportasi berbasis aplikasi, angkutan kota (angkot) di Kota Cirebon masih bertahan melayani kebutuhan mobilitas masyarakat.
Namun, para pengemudi mengaku harus menghadapi tantangan besar akibat menurunnya jumlah penumpang sejak hadirnya transportasi online.
Salah seorang sopir angkot, Suminta, mengaku telah mengemudikan angkot sejak 1996. Selama hampir tiga dekade menjalani profesi tersebut, ia merasakan perubahan signifikan, baik dari sisi jumlah penumpang maupun pendapatan.
Menurut Suminta, masa kejayaan angkot mulai mengalami penurunan sekitar 2012 dan semakin terasa ketika layanan transportasi online mulai berkembang di Kota Cirebon.
BACA JUGA:Tol Cirebon – Kuningan dan 2 Lainnya, Berpotensi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jabar
"Kini jumlah penumpang jauh berkurang dibandingkan dulu. Pendapatan juga menurun karena banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi online," ujarnya.
Ia menuturkan, sebelum transportasi online hadir, penghasilan sopir angkot relatif cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun saat ini, pendapatan yang diperoleh sebagian besar hanya cukup untuk biaya operasional dan setoran kendaraan.
Meski demikian, Suminta tetap bertahan menjalani pekerjaannya sebagai sopir angkot. Ia bersyukur masih dapat memperoleh penghasilan dari profesi yang telah digelutinya selama bertahun-tahun.
"Yang penting disyukuri dan tetap sehat. Masih bisa untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari," katanya kepada Radar Cirebon.
BACA JUGA:Inilah Side Job Terbaik bagi Karyawan, Modal Cekak, Bisa Peroleh Banyak Cuan
Menurutnya, waktu paling ramai penumpang biasanya terjadi pada pagi hari saat berangkat sekolah dan siang hari ketika jam pulang sekolah. Hingga kini, pelajar masih menjadi salah satu pengguna utama angkutan kota di Cirebon.
"Paling ramai saat pagi hari dan ketika jam pulang sekolah," ungkapnya.
Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan transportasi online, Suminta berharap angkot tetap dapat bertahan sebagai moda transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, tarif angkot masih lebih murah dibandingkan sebagian layanan transportasi online sehingga tetap memiliki pangsa pengguna tersendiri.
Ia juga berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat memberikan perhatian terhadap keberlangsungan angkutan kota agar tidak semakin tergerus oleh perkembangan zaman.
"Semoga angkot tetap ada dan masih menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian," harapnya. (cep)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

