Pemadaman Listrik Berulang di Cirebon Bebani Operasional Sektor Perhotelan
Ketua PHRI M Reza Hakiki-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Sektor usaha perhotelan di Kota Cirebon mengeluhkan dampak pemadaman listrik yang belakangan ini kian sering terjadi.
Gangguan pasokan daya tersebut dinilai menambah beban operasional yang signifikan di tengah situasi ekonomi yang sedang menantang.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki kepada Radar Cirebon, senin (22/6/2026) , mengungkapkan bahwa pemadaman listrik memaksa pihak hotel untuk beralih menggunakan generator set (genset). Konsekuensinya, pengeluaran untuk bahan bakar non-subsidi jenis Pertamina Dex atau solar industri melonjak tajam.
"Kalau untuk hotel, pastinya terdampak. Biasanya kita jarang mati lampu, sekarang ini kan lebih sering. Penggunaan genset otomatis menambah pembelian Pertamina Dex," ujar pria yang akrab disapa Kiki
BACA JUGA:Ramalan Shio Akhir Bulan Juni 2026, Siapa yang Paling Hoki Soal Uang, Cinta, dan Karier?
Menurut Kiki, kebutuhan bahan bakar untuk operasional genset selama beberapa jam pemadaman bisa mencapai 40 hingga 50 liter untuk hotel skala menengah. Sementara itu, untuk hotel dengan kapasitas dan fasilitas yang lebih besar, konsumsinya bisa membengkak hingga 100 liter.
Tingginya harga Pertamina Dex di pasaran saat ini kian memperberat kondisi operasional yang harus ditanggung para pelaku usaha. Terlebih, Kiki menilai tahun 2026 ini menjadi periode yang cukup berat bagi dunia usaha secara umum.
"Tahun ini dirasa lebih berat daripada tahun kemarin, bahkan mungkin yang paling berat. Tantangannya banyak, mulai dari cobaan ekonomi, efisiensi, dan hal-hal lainnya. Ini tidak hanya dirasakan oleh industri pariwisata saja, tapi juga sektor industri lain," tambahnya.
Merespons kondisi ini, PHRI Kota Cirebon berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat, khususnya PT PLN (Persero), agar keandalan pasokan listrik dapat segera ditingkatkan.
BACA JUGA:Rekomendasi HP Harga 2 Jutaan dengan RAM Besar 2026, Layar AMOLED dan Baterai Awet Seharian
"Harapannya kejadian seperti ini mudah-mudahan tidak terulang lagi. Saat ini pelaku usaha harus kembali berjuang ekstra keras meningkatkan omzet demi menutup biaya-biaya tambahan operasional seperti ini," pungkasnya. (abd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

