Perkuat Transformasi Layanan Hadapi Tantangan Dunia Kesehatan
SEDERHANA. Peringatan HUT ke 47 RSUD Arjawinangun berlangsung secara sederhana. Peringatan juga dihadiri Bupati Cirebon Drs Imron MAg dan Sekda, Hendra Nirmala SSos MSi-Samsul Huda-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - RSUD Arjawinangun menghadapi berbagai tantangan di usianya ke 47 tahun. Mulai dari perubahan regulasi, sistem pembiayaan, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap mutu pelayanan.
Perubahan ini pun menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit dalam menyusun strategi pengembangan ke depan.
Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi, MARS, mengatakan peringatan hari jadi ke-47 bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ajang refleksi untuk memperkuat kesiapan rumah sakit menghadapi perubahan lingkungan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
"Harus kita akui, dalam beberapa tahun terakhir rumah sakit dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan kebijakan dan regulasi pemerintah," ujar Bambang, kepada Radar, usai memperingati HUT ke 47 RSUD Arjawinangun, Senin (22/6/2026).
BACA JUGA:Rekomendasi Hp Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Punya Kamera Bagus, Baterai Jumbo dan Spek Gahar
Alhasil, kata, Bambang, sistem pembiayaan layanan kesehatan yang berdampak langsung terhadap operasional rumah sakit. Di sisi lain, masyarakat kini semakin kritis dan memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap kualitas layanan kesehatan.
Termasuk perubahan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan juga menuntut rumah sakit untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan mampu memberikan pelayanan terbaik.
"Perubahan yang terjadi di luar harus diimbangi dengan penyesuaian dari dalam institusi. Rumah sakit harus mampu beradaptasi agar tetap dapat memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," terangnya.
Kata Bambang, sebagai langkah strategis, manajemen RSUD Arjawinangun tengah melakukan penataan sistem pelayanan untuk menciptakan layanan yang lebih responsif, terintegrasi, dan konsisten.
BACA JUGA:Ramalan Shio Akhir Bulan Juni 2026, Siapa yang Paling Hoki Soal Uang, Cinta, dan Karier?
"Harapannya, dapat meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus memperkuat kualitas pelayanan secara menyeluruh," paparnya.
Selain itu, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama pengembangan rumah sakit. RSUD Arjawinangun telah mulai menerapkan berbagai sistem digital, termasuk pengurangan penggunaan dokumen fisik melalui konsep paperless.
"Langkah digitalisasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pasien," imbuhnya.
Saat ini, RSUD Arjawinangun pun tengah membiayai pendidikan lanjutan bagi sejumlah tenaga medis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
BACA JUGA:Rekomendasi HP Harga 2 Jutaan dengan RAM Besar 2026, Layar AMOLED dan Baterai Awet Seharian
Bambang juga menegaskan, pihaknya juga akan terus melanjutkan berbagai program transformasi yang telah berjalan. Penataan sistem layanan, digitalisasi, penguatan SDM, dan pemasaran aktif menjadi empat pilar utama dalam menjaga daya saing sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Usia 47 tahun menjadi momentum untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan zaman," pungkasnya. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

