Daya Motor

Pengembangan Karir Berdasarkan Kompetensi: Hasil Observasi Mahasiswa UGJ pada Alfamart

Pengembangan Karir Berdasarkan Kompetensi: Hasil Observasi Mahasiswa UGJ pada Alfamart

Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Swadaya Gunung Jati-UGJ CIREBON-Radar Cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Perkembangan abad ke-21 telah mengubah cara kerja dan lingkungan organisasi secara signifikan yang didorong oleh kemajuan teknologi, sosial-ekonomi, dan industri yang berdampak pada organisasi (Tushar & Sooraksa, 2023).

Pertumbuhan karir dalam organisasi sangat penting dalam pengembangan karyawan maupun organisasi (Wang & Hasan, 2024). Sebagian besar organisasi mengakui bahwa karyawan menjadi faktor penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif (Jaswal et al., 2026).

Namun, pandangan tradisional yang menetapkan pengembangan karyawan dilakukan atas kebijakan organisasi, dengan instruktur yang melaksanakan program pengembangan yang dirancang secara cermat untuk mendukung tujuan organisasi, akan membatasi pemahaman kita mengenai bagaimana seharusnya pengembangan karyawan pada era saat ini (Dachner et al., 2019).

Pengembangan karir merupakan hal yang tidak boleh diabaikan karena mengabaikan pengembangan karir sama saja dengan mengabaikan pengembangan institusi atau organisasi (Lailla et al., 2022).

BACA JUGA: SMK Maung Jabar Gandeng 26 Perusahaan, Lulusan Disiapkan Sesuai Kebutuhan Industri

 Hasil penelitian (Nyoman et al., 2024) mengarahkkan bahwa pengembangan karir yang terstruktur dapat meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan serta akan mengurangi tingkat pergantian karyawan dalam organisasi. Kemampuan bekerja, kedisiplinan, pencapaian target, hingga keinginan untuk terus belajar kini menjadi aspek yang semakin diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Di antara berbagai keterampilan tersebut, komunikasi, pemecahan masalah, berpikir kritis, inisiatif, kemandirian, keterampilan sosial, dan lintas budaya muncul sebagai hal yang sangat penting (Meeuwisse et al., 2023). Penerapan sistem tersebut juga terlihat pada industri ritel modern. Di balik aktivitas melayani pelanggan, mengelola stok barang, hingga menjaga operasional toko tetap berjalan dengan baik, terdapat proses pelatihan kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Pengembangan karir tidak hanya dipandang sebagai kenaikan jabatan, tetapi sebagai proses mempersiapkan karyawan agar mampu menjalankan peran yang lebih besar sesuai kebutuhan perusahaan. Pengembangan program operator harus mampu memfasilitasi kemajuan karyawan secara berkelanjutan sejak awal masa kerja melalui penetapan jalur karir yang jelas (Pinnington et al., 2022). 

Hal tersebut menjadi temuan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) saat melakukan observasi di salah satu gerai Alfamart yaitu Mochamad Rizqi Nindyatama, Affan Irhami, Fery Hardiansyah, Muhammad Nafis Ramadhan, Yen Wisnu Nurullah, Singgih Saputra, Chindy Medina Khairunnisa, Puspita Ramadhani, Keisya Frimantia Rahmatika, Harumi Kintana Ghieny dengan dosen pembimbing Noveria Susijawati, SE, MM dan Rawi, SE, M.Si., Ak.,CA.

BACA JUGA:Bupati Dian Ungkap Arah APBD 2027 Kuningan, Pertanian hingga Pariwisata Jadi Prioritas

Melalui wawancara bersama beberapa karyawan, di antaranya Kiki dan Riris, tim observasi memperoleh gambaran bagaimana perusahaan menerapkan pengembangan karier berbasis kompetensi dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Di tingkat toko, jenjang karier dimulai dari crew store hingga posisi Chief of Store (COS) sebagai kepala toko. Menariknya, kesempatan untuk berkembang tidak ditentukan oleh lamanya seseorang bekerja, melainkan berdasarkan kemampuan yang ditunjukkan selama menjalankan pekerjaannya.

"Itu mah tergantung kinerja kitanya aja di toko. Nanti perusahaan yang lihat," ujar Kiki. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan menempatkan kinerja sebagai dasar utama dalam menilai potensi setiap karyawan.

Dengan sistem tersebut, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang selama mampu menunjukkan performa yang baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan perusahaan. Pendekatan ini sejalan dengan konsep Manajemen SDM Berbasis Kompetensi yang menempatkan kemampuan nyata sebagai dasar dalam pengembangan karier.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: