Sikapi Isu LGBT, PPP Kuningan Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama dan Akhlak Sejak Dini
Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan, Ali Akbar. -Agus Sugiarto -RADARCIREBON.COM
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – DPC PPP Kabupaten KUNINGAN mengajak masyarakat agar memperkuat moral generasi muda melalui pendidikan agama, penguatan akhlak, serta ketahanan keluarga.
Hal ini sekaligus untuk menyikapi berkembangnya isu LGBT, yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia.
Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan, Ali Akbar mengatakan, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak.
BACA JUGA:MUI Jabar Soroti Perpres Pertahanan Negara, Tegaskan Sikap soal LGBTQ
Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab menanamkan akidah, ibadah, dan akhlak sejak usia dini agar generasi muda memiliki pegangan hidup yang kuat.
"Di negara kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kita tidak boleh lepas dari nalar teologis."
"Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan untuk membangun keluarga, melanjutkan keturunan, serta menjaga keberlangsungan peradaban manusia. Itu yang harus menjadi pegangan," ujarnya, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa ajakan memperkuat moral masyarakat sejalan dengan konsep Maqasid Al Syari'ah, yakni tujuan-tujuan syariat Islam untuk mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kerusakan.
Menurutnya, lima tujuan pokok syariat meliputi menjaga agama (hifz ad-din), menjaga jiwa (hifz an-nafs), menjaga akal (hifz al-'aql), menjaga keturunan (hifz an-nasl), dan menjaga harta (hifz al-mal).
"Penguatan keluarga, pendidikan agama, dan pembinaan akhlak merupakan ikhtiar untuk menjaga lima tujuan pokok syariat tersebut."
"Ketika agama dijaga, akhlak dibina, jiwa ditenangkan dengan ibadah, akal diisi ilmu yang benar, dan keturunan dijaga melalui pernikahan yang sah, maka Insyaallah akan lahir masyarakat yang maslahat," katanya.
BACA JUGA:Kemenag Susun Pedoman Edukasi LGBTQ untuk Penyuluh Agama, Ini Tujuan Lengkapnya
Menurutnya, bahwa pembinaan agama juga memiliki peran dalam membangun ketahanan mental dan spiritual masyarakat.
Keluarga yang harmonis, lingkungan yang religius, serta pendidikan akhlak dapat membantu generasi muda memiliki ketenangan batin, pengendalian diri, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

