Permainan Tradisional Jadi Media Kampanye Bebas Gadget dan Kesetaraan Mutu Sekolah
NOSTALGIA: Permainan tradisional bakiak di SDN Jabang Bayi, Kota Cirebon, Senin (27/7/2026). Siswa, Disdik, dan Bunda Forum Anak Kota Cirebon bermain bersama.-Ade Gustiana-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Peringatan Hari Anak Nasional di SDN Jabang Bayi Kota Cirebon berlangsung semarak, Senin (27/7/2026). Kegiatan diisi dengan pemutaran kembali permainan tradisional hingga penegakan komitmen pemerataan kualitas pendidikan tanpa klasterisasi.
Suasana lapangan sekolah berpaving block tersebut mendadak riuh. Puluhan siswa berseragam merah-putih berjajar rapi di sekeliling lapangan, menyaksikan aksi permainan bakiak panjang.
Bunda Forum Anak Kota Cirebon Noviyanti Edo SE bersama Kabid Pengelolaan Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon Dr Ade Cahyaningsih SPd MPd ikut menjajal bakiak kayu tiga pasang pijakan. Dengan menjaga keseimbangan dan memegang pundak rekan di depannya, para pejabat daerah ini beradu ketangkasan bermain bakiak bersama para pendamping dan siswa.
Langkah tersebut menjadi cerminan nyata pentingnya menghadirkan kembali permainan tradisional di tengah gempuran era digital. Permainan fisik seperti bakiak dan gobak sodor dinilai efektif melatih motorik, kerja sama, serta interaksi sosial anak.
BACA JUGA:Prediksi Shio Pembawa Keberuntungan Terbaru, Ada 5 Shio yang Diprediksi Paling Hoki Hari Ini
"Sekarang zamannya gadget. Anak-anak perlu tahu bahwa ada permainan yang tidak kalah menyenangkan dibanding bermain gadget," ujar Bunda Forum Anak Kota Cirebon Noviyanti Edo SE di sela kegiatan.
Noviyanti menegaskan, kehadiran orang tua dan guru dalam permainan ini merupakan bagian dari pemberian contoh langsung. "Sebagai orang tua maupun guru, kita harus menjadi role model. Tidak hanya memberikan instruksi, tetapi turun langsung memberi contoh," jelasnya.
Selain kampanye alih gawai, kunjungan ke SDN Jabang Bayi juga menyoroti capaian prestasi sekolah di tingkat wilayah. Meski berada di gedung bersahaja, sekolah ini mencatatkan siswanya meraih Juara Harapan I MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat.
Bunda Forum Anak juga memberikan perhatian khusus pada pola pendampingan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang menempuh pendidikan inklusi di sekolah umum. Pendampingan disarankan menggunakan pendekatan individual (case by case). Perbandingan jumlah guru dan murid dibagikan secara proporsional agar pemantauan tumbuh kembang anak lebih fokus.
BACA JUGA:Terungkap! Modus Kakek 75 Tahun Diduga Perdaya Anak di Majalengka Bikin Warga Geram
Pihak Dinas Pendidikan Kota Cirebon menyambut positif masukan tersebut. Dinas Pendidikan memastikan seluruh sekolah dasar di Kota Cirebon memiliki standar layanan dan kompetensi yang sejajar.
"Tidak ada marginalisasi sekolah. Tidak ada lagi klasterisasi sekolah unggulan, sekolah favorit, atau nonfavorit," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon, Dr Ade Cahyaningsih SPd MPd.
Ade menjelaskan, pemerintah daerah menjamin seluruh sekolah mendapatkan perlakuan dan kualitas pengajaran yang setara. Orang tua diimbau tidak ragu menyekolahkan anaknya di satuan pendidikan terdekat.
Sesuai edaran Kementerian Pendidikan, peringatan Hari Anak Nasional di seluruh satuan pendidikan Kota Cirebon turut diisi dengan pembacaan ikrar pelajar serta penanaman budaya sekolah aman dan nyaman untuk mencegah tindakan perundungan (anti-bullying). (ade)
BACA JUGA:Bobol Agen BRILink, Pria di Indramayu Ditangkap Polisi, Emas dan Uang Tunai Jadi Sasaran
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

