Daya Motor

Polisi Selidiki Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan, Unsur Kesengajaan Didalami

Polisi Selidiki Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan, Unsur Kesengajaan Didalami

Polisi selidiki kebakaran TPSA Ciniru Kuningan yang padam setelah dua hari. Unsur kesengajaan, human error, dan dampak asap masih didalami petugas.-Agus Phanter-Radar Kuningan

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Polres Kuningan mulai mendalami penyebab kebakaran di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Kebakaran yang berlangsung selama dua hari tersebut akhirnya berhasil dipadamkan Kamis 13 Agustus 2026.

Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api dari dalam tumpukan sampah.

Selain memastikan kondisi di lokasi, polisi juga mulai mengumpulkan informasi terkait penyebab kebakaran.

Sejumlah kemungkinan masih terbuka, mulai dari faktor alam, kondisi material sampah, kelalaian manusia atau human error, hingga dugaan adanya unsur kesengajaan.

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mengatakan, penanganan kebakaran TPSA Ciniru dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Menurutnya, sejumlah personel kepolisian telah berada di lokasi selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

BACA JUGA:RSUD Linggajati Kuningan Dapat Alat Operasi Modern, Pasien Wasir Kini Lebih Nyaman

BACA JUGA:Masa Tunggu Haji Kuningan Capai 26 Tahun, Bupati Dian Minta Warga Segera Daftar

"Untuk soal kebakaran tempat pembuangan sampah di TPSA Ciniru saat ini sedang ditangani pemerintah daerah. Dari kepolisian juga beberapa aparat sudah di lapangan selama dua hari ini," ujar Bellen, Kamis, 13 Agustus 2026.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran TPSA Ciniru

Bellen menuturkan, proses pemadaman di TPSA Ciniru tidak mudah. Tumpukan sampah di lokasi mengandung berbagai material yang mudah terbakar sehingga api berpotensi menjalar maupun bertahan di bagian dalam tumpukan.

Kondisi cuaca yang cenderung kering juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.

Meskipun kobaran api di permukaan telah padam, bara dapat bertahan di bagian dalam material sampah dan kembali memicu titik api.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: