Rp6,5 Miliar Kucur ke Pesisir Panjunan, Kampung Nelayan Merah Putih Target Operasi Awal 2027
Proyek strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terus berprogres. DKPPP melakukan pemantauan jalannya proyek, Rabu (26/8/2026).-Ade Gustiana-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Panas terik menyengat di kawasan Pesisir Panjunan, Rabu (26/8/2026). Di atas lahan lapang berdebu, lalu lalang pekerja bangunan tak surut. Deru mesin ekskavator raksasa menyela di antara deburan ombak laut Jawa.
Di sinilah proyek strategis nasional sedang dipacu. Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Seluruh pendanaan program ini bersumber langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Pemerintah daerah Kota Cirebon murni berperan sebagai penerima manfaat sekaligus melakukan fungsi pengawasan di lapangan. Pengerjaannya ditargetkan tuntas dalam rentang waktu 135 hari kalender.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Hj Elmi Masruroh SP MSi turun langsung memeriksa detail pekerjaan. Mengenai kerikil, tumpukan batu belah, pasir, hingga anyaman besi beton yang mulai tertanam rapat di atas tanah negara seluas 3.500 meter persegi. Tanpa reklamasi. Murni memanfaatkan lahan daratan yang ada.
BACA JUGA:Gagas Ekoteologi, FER Kendari 2026 Soroti Tata Kelola SDA Sultra
Di sela peninjauan, Elmi menegaskan progres fisik di lokasi Kelurahan Panjunan terus menunjukkan tren positif.
"Untuk Pesisir Panjunan progresnya sudah mencapai 20 sampai 30 persen. Luas lahannya sekitar 3.500 meter persegi," ujar Elmi di sela waktu memantau aktivitas proyek, Rabu itu.
Kota Udang sendiri beruntung mendapatkan tiga alokasi paket sekaligus dari KKP. Besaran anggaran tiap titik pun bervariasi sesuai dengan kebutuhan serta cakupan fasilitas penunjangnya.
Titik Kelurahan Panjunan menelan anggaran paling besar, mencapai Rp6,5 miliar. Sementara itu, untuk titik Cangkol dialokasikan anggaran sebesar Rp3,6 miliar, dan titik Kesenden sebesar Rp2,5 miliar.
BACA JUGA:Pria Bergolok Muncul di Tengah Demo Jakarta, Dikeroyok Massa sebelum Diamankan
Pesisir Panjunan mengantongi porsi anggaran paling jumbo bukan tanpa alasan. Lokasi ini tidak sekadar menjadi permukiman nelayan biasa, melainkan disiapkan sebagai pusat pemasaran terpadu (marketing hub) yang mengonsolidasikan komoditas dari dua titik KNMP lainnya.
Di atas lahan seluas itu, deretan fasilitas esensial bagi dunia perikanan sedang didirikan bersamaan. Mulai dari gudang penyimpanan hasil laut, pabrik es skala mini untuk menjaga rantai dingin kesegaran ikan, hingga toko serba ada penyedia logistik dan alat tangkap melaut. Tak ketinggalan, fasilitas pemasaran modern serta dermaga tambat atau jetty yang menjorok lurus ke arah laut lepas.
Pembangunan jetty ini dipandang sebagai pemutus mata rantai kendala klasik para nelayan lokal. Selama bertahun-tahun, urusan menambat kapal kerap menjadi momok saat air laut mendangkal atau surut. Kapal berisiko besar kandas dan rusak jika dipaksa menepi hingga ke pinggir daratan. Dengan hadirnya dermaga beton ini, kapal penangkap ikan bisa bersandar aman di kedalaman yang cukup meski air surut ekstrem.
Dari catatan DKPPP, terdapat sedikitnya 200 nelayan lokal Pesisir Panjunan dengan total sekitar 100 unit armada kapal yang akan langsung mengecap dampak positif dari proyek ini.
BACA JUGA:Pasca Demo Jakarta, DPR Akhirnya Tetapkan Batas Waktu Pengesahan RUU Perampasan Aset
Menariknya, ide pembangunan kawasan perikanan terpadu ini bukan berasal dari meja birokrat di atas kertas. Elmi bilang, program ini lahir murni dari bawah. Proposal awal dirumuskan langsung oleh para nelayan melalui wadah rukun nelayan setempat sebelum akhirnya diusulkan ke tingkat pusat.
Laju pengerjaan di tiga titik KNMP Kota Cirebon saat ini pun bergerak silang dengan kecepatan berbeda. Jika Pesisir Panjunan berada di kisaran 20 hingga 30 persen, kawasan Cangkol melaju paling cepat menembus angka 35 persen. "Untuk titik Kesenden progres fisiknya masih berada di bawah angka 15 persen," kata Site Manager CV Mekar Jaya -sebagai pelaksana proyek- Toto.
Meski begitu, tenggat waktu pengerjaan tetap terkunci ketat. Target penyelesaian fisik di seluruh titik dipatok rampung serentak pada awal Desember tahun ini. Setelah melalui tahap penyempurnaan, fasilitas tersebut diproyeksikan mulai beroperasi penuh bagi publik pada awal 2027.
Mengenai aspek pendukung seperti pasokan bahan bakar minyak (BBM), kawasan KNMP Panjunan dipastikan tidak menyediakan tempat pengisian BBM mandiri. Nelayan akan tetap mengandalkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) terdekat yang sudah beroperasi.
BACA JUGA:5 Aplikasi Penghitung Kalori dan Pelacak Olahraga Terbaik di HP 2026
Ke depan, kepastian pasokan solar nelayan bakal makin terjamin seiring rencana penambahan satu SPBN baru di kawasan reklamasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan. (ade)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

