Daya Motor

Jakarta, Kota Rawan Bencana, Posisinya Diapit 3 Gunung Berapi

Jakarta, Kota Rawan Bencana, Posisinya Diapit 3 Gunung Berapi

Jakarta termasuk kota yang rawan bencana alam.-Foto: Yuda Sanjaya-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Jakarta, dinilai sebagai kota yang rawan terhadap ancaman bencana alam. Ibukota Indonesia ini lokasinya diapit oleh 3 gunung berapi.

Penilaian ini diungkapkan oleh pemerhati sejarah dan sosial, Abul Muzaffar Ambadinedjad, baru-baru ini.

“Jakarta itu sebenarnya ga aman-aman banget dari bencana alam. Tahu ga kenapa?” Begitu Abul dalam tulisannya.

Dia menyebut, salah satu yang membuat Jakarta itu tidak aman-aman saja disebabkan karena lokasinya. Seperti diketahui, posisi Jakarta ini berdekatan dengan gunung berapi.

BACA JUGA:Erupsi Gunung Anak Krakatau Hari Ini, 2 Kali Gempa Letusan, Kini Status Level III

Menurutnya, di selatan, ada dua gunung api yang berdiri tegak menghadap Jakarta. Kedua gunung tersebut adalah Salak dan Gede Pangrango. 

Diungkapkannya, jika keduanya meletus, abu vulkanik dari gunung-gunung itu, akan jatuh ke Jakarta dan mendisrupsi ekonomi ibukota.

Sementara itu, di belahan barat ada Gunung Anak Krakatau, yang baru beberapa hari ini erupsi. Letak gunung ini sebenarnya cukup jauh. Berada di Selat Sunda. Antara Banten dan Lampung.

Namun demikian, tandasnya, jika gunung ini meletus, abu vulkanik, juga bisa jatuh ke Jakarta. Dan lagi-lagi mendisrupsi ekonomi seperti sekarang.

BACA JUGA:Selasa Pagi, Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Terjadi 2 Kali, Visual Letusan Tidak Teramati

Tapi, dia menjelaskan, ancaman terbesar Gunung Anak Krakatau bukan itu. Gunung ini situasinya cukup labil. Sering meletus dan terus menerus membangun dirinya dari lava yang disemburkan.

“Tapi, jika dia meletus hebat, kaldera gunung ini dapat runtuh. Menjatuhkan ribuan ton bebatuan ke laut,” begitu dia menjelaskan. 

Akibatnya, jelas dia, terjadi tsunami yang sangat besar. Bencana ini pernah terjadi di 2018, menghancurkan pesisir Banten dan Lampung.

“Nah.. apa yang akan terjadi jika Anak Krakatau meletus lebih besar dari skala 2018?” Tanyanya lagi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait